Jika seseorang merasa bahwa dirinya mendapat tekanan hingga batas ketidaksanggupan untuk dipikulnya maka semua yang ada dihadapannya menjadi hampa, ia merasa yang dilakukan tidak membawa perubahan apapun sehingga ia berputus asa. Putus asa merupakan sifat buruk pada diri kita jika ditimpa musibah menjadi kehilangan gairah untuk hidup, kehilangan gairah untuk bekerja & beraktifitas sehari-hari, timbul perasaan sedih, merasa bersalah, lambat berpikir, menurunnya daya tahan tubuh, mudah jatuh sakit karena yang ada hanyalah pandangan kosong seolah terhimpit oleh beban yang sangat berat berada dipundaknya sehingga putus asa meracuni kehidupan kita. 'Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa dan putus harapan.' QS. Fushilat : 49).
Ada dua faktor yang menyebabkan keputusasaan. Pertama, tekanan eksternal. tekanan eksternal adalah tantangan dan faktor utama yang mampu memancing respon dari dalam diri seseorang. Peristiwa-peristiwa konflik keluarga, kehilangan orang yang dicintai, jatuh sakit, kehilangan pekerjaan, Itulah tekanan eksternal yang mampu memicu kondisi diri kita menjadi kecewa, marah dan putus asa. Faktor kedua yang mengakibatkan depresi dan menjadi putus asa, kecewa, kehilangan semangat untuk menjalani kehidupan adalah bersumber di dalam diri kita sendiri yaitu lemahnya ketahanan diri.
Setiap peristiwa apapun yang menimpa kita belum tentu mengakibatkan respon yang sama karena ketahanan diri dan kualitas kesehatan jiwa masing2 individu berbeda. Bagi orang yang memiliki ketahanan diri yang kuat maka kekecewaan, marah dan putus asa dapat ditunda dalam waktu yang cukup lama sedangkan bagi mereka yang lemah ketahanan dirinya maka kekecewaan, marah dan putus asa begitu mudah muncul. Persoalan depresi & keputusasaan sering terjadi dalam diri seorang maupun kehidupan berumah tangga yang cenderung pragmatis, materialistik dan jauh dari tuntunan agama. Ketika harta, jabatan dan status sosial lebih menjadi tujuan utama dalam hidup, mengejar dan berjuang habis-habisan bersamaan keimanan kepada Allah sangatlah tipis maka lebih berpotensi mudah putus asa. Putus asa bagaikan racun yang paling keras menggerogoti sekujur tubuh dan merusak seluruh organ dalam. Penderitaan yang ditimbulkan rasa putus asa akan berkelanjutan sampai wajah anda menimbulkan kerutan-kerutan ketuaan. Sampai orang-orang disekitar kita hampir tidak mengenali anda dengan baik. wajah anda nampak lebih tua.
Lantas bagaimana cara bisa mengatasi tekanan eksternal kehidupan & menguatkan ketahanan diri? Depresi maupun tekanan eksternal dalam kehidupan sehari-hari bisa memberikan dampak positif bagi anda maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, Berhentilah untuk mengeluh, lakukanlah apa yang anda bisa lakukan. Kedua, Bersyukurlah dengan kehidupan anda yang sekarang. Ketiga, Memohonlah pertolongan Allah dengan sholat dan sabar maka hal itu memberikan kekuatan ketahanan diri anda sehingga seberat apapun tekanan eksternal, kegagalan dalam usaha, bisnis, karier dan perjuangan hidup, tidak akan membuat anda putus asa dalam mengarungi kehidupan. Ketaqwaan anda kepada Allah yang menjadikan anda kuat dalam menghadapi tekanan kehidupan sebesar apapun sehingga bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. 'Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam segala urusannya.' (QS. Ath-Thalaq : 4).
Wassalam,
Tanpa disadari air mata mengalir membasahi pipi dan hatinya, merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Hatinya telah ditekan hingga batas ambang ketidaksanggupan untuk dipikulnya. Seorang ibu merasakan semua yang ada dalam hidupnya menjadi hampa dan apa yang dilakukanna tidak membawa perubahan apapun. Keputusasaan menghampiri dirinya, kehilangan gairah untuk hidup, tidak memiliki semangat lagi untuk bekerja maupun untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Semua yang ada dihadapannya hanyalah pandangan kosong belaka yang terhimpit oleh kesulitan. Bertahun-tahun dalam pernikahannya hanya menerima perlakuan kasar dari suami. Sebagai istri berusaha untuk bertahan dari makian dan pukulan suami yang kerap mabuk.
Namun menginjak usia perkawinan ditahun kelima hatinya mulai goyah. Kepahitan hidup seolah tiada pernah berakhir. Putrinya yang dicintainya jatuh sakit sementara tabiat suami tidak berubah. 'Ya Allah, sampai kapan semua ini akan berakhir?' ucapnya merintih, hatinya terasa perih. Terbayang kehidupan pada masa kecil yang bahagia bersama kedua orang tuanya yang selalu mendidik agar kokoh imannya, menginjak dewasa dan bekerja membuat dirinya terbuai oleh kenikmatan duniawi menjadi lupa diri. Sampai kemudian menikah dengan pujaan hatinya. Perkawinan ternyata tidak seperti yang diharapkan. Kebahagiaan dirasakan hanya sebentar setelah itu datang cobaan bertubi-tubi. Dalam kesendirian merenungkan perjalanan hidupnya, menyadari sudah sejak lama jauh dari Allah, terpuruk dalam pergaulan yang salah. Sholat lima waktu tidak pernah dikerjakan dengan baik. Hidupnya menjadi terasa hampa. Tersadar akan kesalahan yang dilakukan membuat dirinya semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih tekun mengerjakan sholat lima waktu. Itulah yang membuatnya berkenan datang ke Rumah Amalia, beliau bershodaqoh untuk Rumah Amalia agar keluarga selamat dari ambang kehancuran.
Kesabaran dan daya tahan yang kuat menjalani cobaan hidup akhirnya membuahkan hasil. Disaat Allah memulihkan hidupnya, beliau mendapatkan anugerah yang lebih banyak daripada sebelumnya. Putrinya yang terbaring sakit di Rumah Sakit sudah dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Suami yang selalu pulang dalam kondisi mabuk, sudah tidak lagi. Bahkan sudah mau mengerjakan sholat lima waktu dan lebih banyak waktu yang dipergunakan untuk berkumpul bersama keluarga di Rumah. Keberkahan demi keberkahan datang menyirami bagaikan air hujan yang turun dari langit. Allah mengabulkan doanya. Harapan indah tentang keluarga bahagia akhirnya terwujud, hanya saja membutuhkan kesabaran cinta yang besar untuk mewujudkannya.
'Hai orang2 yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.' (QS. al-Baqarah : 153).
Wassalam,
Setiap orang selalu berharap kebahagiaan di dalam kehidupan keluarganya langgeng, abadi, sehingga terkadang lupa hidup berkeluarga pada suatu hari nanti akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh pasangan hidupnya karena kematian ataupun perpisahan yang kita mengenal dengan istilah 'perceraian.' Kehilangan teman hidup karena kematian ataupun perpisahan merupakan pengalaman yang menimbulkan luka perih dihati yang cukup dalam sekaligus menghancurkan kondisi kejiwaan. Kehilangan dalam suatu perkawinan menimbulkan rasa sakit & kesedihan pada saat menyertai kepergian sosok orang kita cintai. Berbagai perubahan secara fisik, kejiwaan, ekonomi, harga diri, kesehatan, kerabat & keluarga bahkan status di FB merupakan beban tersendiri bagi mereka yang mengalaminya. Beban itu menjadi terasa lebih berat karena adanya perasaan bersalah, kegagalan, hilangnnya harapan di masa depan.
Proses pemulihan diri tidaklah mudah, seringkali adanya hambatan dalam berbagai segi yang lain terlebih jika seseorang harus berjalan seorang diri. Rasa sakit yang diderita karena perpisahan adalah sama dengan kehilangan pasangan hidup karena kematian. Terutama kematian itu datang begitu sangat mendadak dan tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya. Rasa sakit itu melanda setiap orang yang pernah, sedang atau akan mengalami kehilangan orang yang dicintainya. Meski cara kehilangan berbeda-beda, derita yang ditimbulkannya, keterasingan & kesepian tetap saja dirasakannya karena dalam masyarakat masih menganggap hidup berpasangan sebagai kehidupan keluarga ideal menyebabkan proses pemulihan & penyesuaian diri sama sulitnya bagi mereka yang kehilangan pasangan hidupnya karena kematian atau perpisahan.
Proses kesedihan dan kedukaan kehilangan orang yang dicintainya maupun yang menyakiti hatinya terkadang bisa dengan mudah untuk disembuhkan tetapi juga ada yang membutuhkan waktu yang cukup lama, yang menentukan adalah seberapa besar keridhaan seseorang menerima ketetapan Allah. Keridhaan adalah mengosongkan hati dari segala hal dan yang ada hanyalah Allah tetapi jika kita tidak menerima yang menjadi ketetapan Allah atas dirinya maka hatinya dipenuhi oleh kesedihan, kedukaan, kebencian dan kemarahan yang membuat hidupnya semakin terpuruk sehingga langkah awal untuk penyembuhan akibat pengalaman pahit dalam hidup anda adalah menyadari dan lebih mengenal diri sendiri agar bisa menerima apapun yang telah ditetapkan oleh Allah dan juga menggunakan pengalaman tersebut untuk membantu, mencegah serta menghindarkan orang lain dari keterpurukan. Hal itu membuat hidup anda bahagia & bermakna bagi sesama.
'Seorang hamba yg ditimpa bencana lalu mengucapkan 'Inna lillahi wa ina ilaihi raji'uun (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita akan kembali). Ya Allah, berikanlah aku pahala (kebaikan) dalam bencana yang sedang menimpaku ini dan gantilah untukku satu kebaikan daripadanya, 'Yang dengan bacaan itu Allah akan memberikan pahala terhadap bencana yang sedang menimpa dirinya dan Allah akan menggantinya dengan satu kebaikan untuknya.' (HR. Muslim).
Wassalam,
Hidup berumah tangga bagaikan mengarungi bahtera di tengah samudera luas. Lautan kehidupan seperti tak bertepi, dan medan hamparan kehidupan sering tiba-tiba berubah. Memasuki lembaran baru hidup berkeluarga biasanya dipandang sebagai pintu kebahagiaan. Segala macam harapan kebahagiaan ditumpahkan pada lembaga keluarga. Akan tetapi setelah periode impian indah terlampaui orang harus menghadapi realita kehidupan. Sunnah kehidupan ternyata adalah problem Kehidupan kita, tak terkecuali dalam lingkup keluarga adalah problem, problem sepanjang masa. Tidak ada seorangpun yang hidupnya terbebas dari problem, tetapi ukuran keberhasilan hidup justeru terletak pada kemampuan seseorang mengatasi problem. Sebaik-baik mukmin adalah orang yang selalu diuji tetapi lulus terus, khiyar al mu’min mufattanun tawwabun.(hadis). Problem itu sendiri juga merupakan ujian dari Allah, siapa diantara ,mereka yang berfikir positif, sehingga dari problem itu justeru lahir nilai kebaikan, liyabluwakum ayyukum ahsanu amala (Q/67:2) liyabluwakum fi ma a ta kum (Q/6:165)
Menurut hadis Nabi, menemukan pasangan yang cocok (saleh/salihah) dalam hidup berumah tangga berarti sudah meraih separoh urusan agama, separoh yang lain tersebar di berbagai bidang kehidupan. Hadis ini mengambarkan bahwa rumah tangga itu serius dan strategis. Kekeliruan orientasi, keliru jalan masuk, keliru persepsi, keliru problem solving dalam hidup rumah tangga akan membawa implikasi yang sangat luas. Oleh karena itu problem hidup berumah tanga adalah problem sepanjang zaman, dari sejak problem penyesuaian diri, problem aktualisasi diri, nanti meluas ke problem anak, problem mantu, cucu dan bahkan tak jarang suami isteri yang sudah berusia di atas 60 masih juga disibukkan oleh problem komunikasi suami isteri, hingga kakek dan nenek itu bisa meraih kebahagiaan.
Makna bahagia di dalam keluarga berkaitan dengan tingkat problem yang dihadapinya. Kebahagiaan sesungguhnya dalam kehidupan keluarga bukan ketika akad nikah, bukan pula ketika bulan madu, tetapi ketika pasangan itu telah membuktikan mampu mengarungi samudera kehidupan hingga ke pantai tujuan, dan di pantai tujuan ia mendapati anak cucu yang sukses dan terhormat. Sungguh orang sangat menderita ketika di ujung umurnya menyaksikan anak-anak dan cucu-cucunya nya sengsara dan hidup susah, meski perjalanan bahtera rumah tangganya penuh dengan kisah keberhasilan. Kebahagiaan di dalam keluarga hadir setelah kita mampu mengatasi problem sepanjang kehidupan rumah tangga. Menurut hadis Nabi ada empat pilar kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga (1) isteri/suami yang setia (2) anak-anak yang berbakti (3) lingkungan sosial yang sehat dan (4) rizkinya dekat. Kesetiaan membuat hati tenang dan bangga, anak-anak yang berbakti menjadikannya sebagai buah hati, lingkungan sosial yang sehat menghilangkan rasa khawatir dan rizki yang dekat merangsang optimisme, idealisme dan kegigihan.
Wassalam,
Prinsip-prinsip dasar Perkawinan untuk membangun keluarga sakinah adalah sebagai berikut: Pertama, Dalam memilih calon suami/isteri, faktor agama/akhlak calon harus menjadi pertimbangan pertama sebelum keturunan, rupa dan harta, sebagaimana diajarkan oleh Rasul. 'Wanita (Laki2) itu dinikahi karena empat pertimbangan, kekayaannya, nasabnya, kecantikannya (ketampanannya) dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama niscaya kalian beruntung. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) .Pilihlah gen bibit keturunanmu, karena darah (kualitas manusia) itu menurun. (H.R. Ibnu Majah).
Kedua, Bahwa nikah atau hidup berumah tangga itu merupakan sunnah Rasul bagi yang sudah mampu. Dalam kehidupan berumah tangga terkandung banyak sekali keutamaan yang bernilai ibadah, menyangkut aktualisasi diri sebagai suami/isteri, sebagai ayah/ibu. Bagi yang belum mampu disuruh bersabar dan berpuasa, tetapi jika dorongan nikah sudah tidak terkendali padahal ekonomi belum siap, sementara ia takut terjerumus pada perzinaan, maka agama menyuruh agar ia menikah saja, Insya Allah rizki akan datang kepada orang yang memiliki semangat menghindari dosa, entah dari mana datangnya (min haitsu la yahtasib).
Nabi bersabda, 'Wahai pemuda, barang siapa diantara kalian sudah mampu untuk menikah nikahlah, karena nikah itu dapat mengendalikan mata (yang jalang) dan memelihara kesucian kehormatan (dari berzina), dan barang siapa yang belum siap, hendaknya ia berpuasa, karena puasa bisa menjadi obat (dari dorongan nafsu). (H.R. Bukhari Muslim) 'Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak nikah diantara hamba-hamba sahayamu yang laki dan yang perempuan. Jika mereka fakir, Allah akan memampukan mereka dengan karunia Nya. Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui. (QS. al Nur : 32)
Ketiga. Bahwa tingkatan ekonomi keluarga itu berhubungan dengan kesungguhan berusaha, kemampuan mengelola (managemen) dan berkah dari Allah. Ada keluarga yang ekonominya pas-pasan tetapi hidupnya bahagia dan anak-anaknya bisa sekolah sampai ke jenjang tinggi, sementara ada keluarga yang serba berkecukupan materi tetapi suasananya gersang dan banyak urusan keluarga dan pendidikan anak terbengkalai. Berkah artinya terkumpulnya kebaikan ilahiyyah pada seseorang/keluarga/masyarakat seperti terkumpulnya air di dalam kolam. Secara sosiologis, berkah artinya terdayagunanya nikmat Allah secara optimal. Berkah dalam hidup tidak datang dengan sendirinya tetapi harus diupayakan. Firman Allah, ekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akanmelimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan dari bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami akan sisksa mereka disebabkan oleh perbuatan mereka. (QS. al A'raf : 96) Allah menyayangi orang yang bekerja secara halal, membelanjakan hasilnya secara sederhana, dan mengutamakan sisa (tabungan) untuk kekurangan dan kebutuhannya (di waktu mendatang). (H.R. Ibn. Najjar dari Aisyah).
Keempat, Suami isteri itu bagaikan pakaian dan pemakainya. Antara keduanya harus ada kesesuaian ukuran, kesesuaian mode, asesoris dan pemeliharaan kebersihan. Layaknya pakaian, masing-masing suami dan isteri harus bisa menjalankan fungsinya sebagai (a) penutup aurat (sesuatu yang memalukan) dari pandangan orang lain, (b) pelindung dari panas dinginnya kehidupan, dan (c) kebanggan dan keindahan bagi pasangannya. Dalam keadaan tertentu pakaian mungkin bisa diperkecil, dilonggarkan, ditambah asesoris dan sebagainya, Mengatasi perbedaan selera, kecenderungan dan hidup antara suami isteri, diperlukan pengorbanan kedua belah pihak. Masing-masing harus bertanya: Apa yang dapat saya berikan, bukan apa yang saya mau. 'Mereka (isteri-isterimu) adalah (ibarat) pakaian kalian, dan kalian adalah (ibarat) pakaian mereka. (Surat al Baqarah 187) artinya: Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku (Nabi) adalah orang yang paling baik terhadap isteri. (H.R. Turmuzi dari Aisyah)
Kelima, Bahwa cinta dan kasih sayang (mawaddah dan rahmah) merupakan sendi dan perekat rumah tangga yang sangat penting. Cinta adalah sesuatu yang suci, anugerah Allah dan sering tidak rasional. Cinta dipenuhi nuansa memaklumi dan memaafkan. Kesabaran, kesetiaan, pengertian, pemberian dan pengorbanan akan mendatangkan/menyuburkan cinta, sementara penyelewengan, egoisme, kikir dan kekasaran akan menghilangkan rasa cinta. Hukama berkata: Tanda-tanda cinta sejati ialah (1) engkau lebih suka berbicara dengan dia (yang kau cintai) dibanding berbicara dengan orang lain, (2) engkau lebih suka duduk berduaan dengan dia dibanding dengan orang lain, dan (3) engkau lebih suka mengikuti kemauan dia dibanding kemauan orang lain/diri sendiri). 'Sekiranya engkau (Nabi) kasar dan keras hati ( kepada sahabat-sahabatnya), niscaya mereka lari dari sisimu. (QS. ali Imran : 159) Tidak bisa memuliakan wanita kecuali lelaki yang mulia, dan tidak sanggup menghinakan wanita kecuali lelaki yang tercela. (Hadis)
Keenam,. Bahwa salah satu fungsi perkawinan adalah untuk menyalurkan hasrat seksual secara sehat, benar dan halal. Hubungan suami isteri (persetubuhan) merupakan hak azazi, kewajiban dan kebutuhan bagi kedua belah pihak. Persetubuhan yang memenuhi tiga syarat (sehat, benar dan halal) itulah yang berkualitas, dan dapat mendatangkan ketenteraman (sakinah). Oleh karena itu, masing-masing suami isteri harus menyadari bahwa hal itu bukan hanya hak bagi dirinya, tetapi juga hak bagi yang lain dan kewajiban bagi dirinya. Dalam Islam, hubungan seksual yang benar dan halal adalah ibadah.
'Dan diantara tanda-tanda kekuasan Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri2 dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. ar Rum : 21) Nabi bersabda, Persetubuhanmu dengan isterimu itu memperoleh pahala. Para sahabat bertanya; Apakah orang yang menyalurkan syahwatnya dapat pahala? Nabi menjawab : Tidakkah kalian tahu bahwa jika ia menyalurkan hasratnya di tempat yang haram, maka ia berdosa? Nah, demikian pula jika menyalurkan hasratnya kepada isterinya yang halal, maka ia memperoleh pahala. (H.R. Muslim)
Wassalam,
Walaupun di rumah dan sekolah, remaja hanya dibenarkan memasuki akses internet popular iaitu yang dibenarkan saja. Keadaan ini sebenarnya menjadikan mereka semakin ghairah mencari persekitaran alternatif yang jauh dari pandangan ibu bapa, terutama keluarga yang sentiasa sibuk.
Walaupun 72 peratus ibu bapa mendakwa mengetahui aktiviti anak mereka ketika melayari internet, bukti kajian menunjukkan daripada senarai aktiviti yang dipilih, dipersetujui bersama ia sebenarnya berlawanan, berbeza daripada tanggapan serta realiti apa yang dilakukan anak mereka.
"Hakikatnya, mereka melayari sesuatu di luar batasan dan kawalan kerana internet boleh dilayari tanpa sempadan. Mereka melayari aktiviti yang dikategorikan berfrekuensi tinggi iaitu video (91 peratus), rangkaian sosial (89 peratus) dan muat turun pelbagai fail (91 peratus)," katanya.
Jika diacukan kepada ibu bapa soalan 'Adakah anda tahu di mana anak anda di dalam talian semasa menggunakan internet?' Jawapan yang biasa didengar ialah tidak tahu'.
Sememangnya biarpun dilanda kesibukan bekerja tanpa banyak masa dihabiskan memantau aktiviti anak di rumah atau sekolah, ramai ibu bapa di Malaysia mengakui mereka sanggup dan sudah melakukan sesuatu yang lebih baik untuk melindungi anak mereka ketika melayari internet.
Sebanyak 58 peratus daripada responden percaya kawalan ibu bapa adalah kaedah berkesan mencapai sasaran mengurangkan penularan gejala negatif melalui internet.
Kajian mendapati 45 peratus ibu bapa menegur anak mereka melakukan sesuatu yang salah atau tidak sesuai dalam talian dan 39 peratus daripada mereka mengintip penggunaan internet anak.
Menyedari keadaan yang tidak begitu sihat kerana mudah terdedah kepada pelbagai ancaman dan risiko, 77 peratus ibu bapa sudah menasihati anak mereka supaya mengamalkan tabiat baik dan memilih talian selamat, manakala 60 peratus daripada mereka menyediakan set kawalan internet yang dikawal ibu bapa.
Urusan Pengguna, Kawasan Asia Selatan Symantec, Effendy Ibrahim, menjelaskan walaupun beberapa langkah positif sudah diambil, hakikatnya internet sudah menjadi sebahagian besar daripada kehidupan hingga menyebabkan wujudnya batas sempadan antara ibu bapa dan anak kanak.
"Isu mengenai kanak-kanak bertemu dalam talian dan bagaimana kita boleh melindungi mereka dengan pengetahuan yang cetek, sedangkan semua risiko itu tidak pernah berkurangan.
"Hasil kajian ini boleh dijadikan peringatan kepada keluarga kerana ibu bapa mengambil masa untuk memahami tabiat dan hala tuju anak sama ada di dalam talian atau aktiviti luar. Pendekatan sesuai ialah membenarkan mereka melayari internet tetapi dengan pengawasan dan perlindungan mencukupi," katanya.
Selain remaja, orang dewasa juga sebenarnya berisiko ketika berurusan dan melayari internet kerana 45 peratus daripada mereka tidak yakin maklumat peribadi mereka di talian tidak selamat.
Namun, sebahagian besar percaya penipuan dalam talian hanya berlaku kepada individu cuai terhadap maklumat peribadi dan mereka cukup yakin boleh melayari laman web rasmi tanpa sebarang keraguan.
Hakikatnya, semua itu bukannya satu hak eksklusif kerana sebarang pencerobohan, memanipulasi dan penipuan boleh dilakukan oleh mereka yang berniat jahat. Laman web sah dan rasmi juga berisiko dan boleh menjadi ancaman kepada pelawat tanpa mereka sedari.
- Seorang daripada setiap lima dewasa menyimpan kata laluan mereka dengan menulis pada sekeping nota yang diletakkan berhampiran komputer mereka.
- 24 peratus orang dewasa menggunakan kata laluan sama untuk semua urusan.
- 48 peratus orang dewasa terlalu bergantung kepada perisian bebas AV dengan hanya 16 peratus menganggap tahap kemahiran komputer mereka cemerlang.
- Lebih satu perempat orang dewasa itu memeriksa 'lari imbas' AV setiap bulan atau kurang.
- Hanya 34 peratus remaja mempunyai fail sokongan dalam komputer.
- Dikendalikan Saffron Hill bagi pihak Symantec antara 14 April 2009 hingga 4 Mei 2009.
- Responden 397 orang dewasa berusia 20 tahun ke atas, termasuk 93 keluarga yang mempunyai anak berusia 8 hingga 17 tahun)
- Responden 35 remaja berusia 15 hingga 19 tahun.
- Responden: 9,000 dewasa dan remaja
- 12 negara: Amerika Syarikat, Kanada, United Kingdom, Perancis, Jerman, Itali, Sweden China, Jepun, India, Australia, Brazil.
- 7 daripada 10 dewasa berpendapat internet membantu mereka menjadikan hubungan lebih baik.
- 92 peratus menggunakan pangkalan e-mel untuk komunikasi dengan kawan dan keluarga.
- 42 peratus menggunakan web cam, dengan China mencatatkan penggunaan paling tinggi (74 peratus), India (68 peratus), Brazil (66 peratus) dan Perancis (53 peratus).
- Separuh daripada orang dewasa menggunakan jaringan sosial.
- 7 daripada 10 mengakses foto secara on-line dan guna IM
- 24 peratus layari laman sosial Twitter.
Kebahagiaan yang sesungguhnya bagi seorang suami begitu bermakna justru bukan dalam kegembiraan namun disaat keluarganya sedang diuji oleh Allah, Apakah dirinya sanggup melewati ujian itu atau tidak? Kekuatan cinta karena Allah akan mampu melewati semua derita, menanggung beban dalam suka maupun duka, hidup bersama istri dan anak-anaknya. Itulah kebahagiaan bagi seorang suami dengan cintanya yang tulus untuk keluarga. Pernah ada seorang bapak yang diuji oleh Allah. Istri yang dicintainya sedang sakit. bersama putrinya senantiasa menjenguk istri tercintanya yang terbaring diranjang. disekelilingnya ada alat pengukur tekanan nafas dan tabung untuk memeriksa kesehatan. Bila sampai dirumah sakit, suami yang setia itu datang menggantikan pakaian istrinya dan menanyakan keadaan istrinya. Selalu saja tidak ada perubahan sama sekali. Kondisi istrinya tetap seperti semula. Tidak ada kemajuan atau perubahan yang membaik. Kesembuhan istrinya seolah tidak bisa diharapkan. Setelah menjenguk dan merawat istrinya, sang bapak dengan putrinya selalu memanjatkan doa kepada Allah agar memberikan kesembuhan. Setelah itu barulah meninggalkan rumah sakit. Beliau hampir setiap hari selalu menjaga, merawat dan mendoakan untuk kesembuhan istrinya.
Meluangkan waktu untuk merawat ditengah kesibukannya yang juga harus bekerja mencari nafkah. Kesediaannya merawat istri yang sedang sakit membutuhkan energi yang sangat besar. Sifat konsistensi untuk menjaga, merawat dan mendoakan istrinya yang sedang sakit sungguh sangat luar biasa. Padahal kondisi istrinya belum pulih. Bahkan ada orang yang menyarankan agar mengunjunginya seminggu sekali aja. Suami setia itu memilih tegar dan bersikukuh untuk menjaga dan merawat istrinya, 'Allah tempat memohon pertolongan.' Ditengah kegelisahan itulah beliau datang ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh ke Rumah Amalia agar Allah berkenan memberikan kesembuhan bagi istri yang dicintainya.
Sampai suatu hari sesaat sebelum dirinya datang, istrinya bergerak dari tempat tidur. Dia merubah posisi tidurnya. Tak lama kemudian istrinya membuka kelopak matanya. dan mencopot alat bantu pernapasan. Ternyata istrinya sudah duduk tegap. Dokterpun datang membantu menolong, meminta perawat mencopot alat-alat bantu dan membersihkan bekas alat bantu ditubuhnya. 'Begitu saya datang, saya terperanjat, jantung saya seolah mau copot. Bagaimana tidak, ditengah saya kehabisan harapan, saya melihat istri saya kembali pulih.' Katanya bapak itu dengan tangis haru bercampur bahagia tidak bisa dibendung lagi. Beliau menangis, memanjatkan puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan kesembuhan total terhadap istrinya. 'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.' tuturnya.
Wassalam,
Waktu Solat
Followers
Demi Masa
Archives
Popular Posts
-
Rama-rama adalah seekor binatang yang cukup cantik dan senantiasa di puji oleh stiap orang yang melihatnya kelibatnya di depan mata. Malah ...
-
Menurut Hadits Qudsi: Allah SWT berfirman pada harui kiamat kepada anak-anak: "Masuklah kalian ke dalam surga!" Anak-anak itu b...
-
Di Antara Ajaran Ayah Pin: Tuhan adalah manusia Tidak perlu percaya kepada Rasulullah S.A.W. kerana Rasulullah adalah manusia dan kita bo...
-
Stress adalah keadaan jiwa yang paling populer di abad ini. Coba anda ingat-ingat kembali berapa banyak orang yang anda jumpai mengatakan b...
-
قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا (صحيح البخاري Sabda Rasulullah...
-
Belajar bagaimana jadi optimis dapat jadi sesuatu yang sangat sulit, khususnya bagi seseorang yang cenderung memandang segala sesuatu dengan...
-
Berdasarkan kajian 'Norton Online Living Report' (NOLR) di Malaysia mengenai tabiat penggunaan internet di negara ini, remaja di neg...
-
Artikel ini memaparkan 5 langkah yang harus anda lakukan untuk memotivasi dan meningkatkan keyakinan diri khususnya tatkala anda dilanda per...
-
Hal yang paling mengganggu dan memberi dampak negatif dalam kehidupan kita sebenarnya berasal dari pandangan buruk terhadap diri anda sendir...
-
Foto oleh wadem Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran ...
My Blog List
-
-
Ya Rasululah ( SAW)10 years ago
-
Doa ketika anak sakit10 years ago
-
-
Southpaw (2015)10 years ago
-
-
UPDATE! WHITE ADDICTED!14 years ago
-
sendiri menyepi14 years ago
-
-
-
Hatiku milik siapa..15 years ago
-
ubah..berubah..15 years ago
-
-
-
-
Contributors
- lakaransakinah
- seseorang yang mempunyai minda 1% dimana hanya fokus pada satu dalam hidup iaitu berjaya dalam hidup di dunia dan di akhirat.. dimana blog ini baru sahaja dibuka atas rasa ingin berdakwah dan ingin berkongsi serba sedikit mengenai agama dan kehidupan semoga ianya menjadi pedoman pada semua termasuk diri saya sendiri.sesiapa sahaja boleh menjadi follower di blog ini dan jikalau ada sebarang yang ingin di kongsi boleh la emel kan kepada saya di lakaransakinah@yahoo.com.my .insyaallah setiap perkongsian yang anda beri kepada saya, saya akan paparkan di blog saya ni untuk menjadi pedoman pada semua.. aminn
Total Pageviews
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
World Globe
Berita Palestin
Categories
- 7tips motivasi
- Ahli Syurga
- Air Mata
- Ajaran Sesat
- Akhlak
- Alam Ghaib
- Amal
- Anak
- Anti Hadith
- Bahagia
- Bahaya
- Bangkit
- Benih
- Berkah
- Bersyukurlah
- Bimbingan
- Cinta
- cobaan
- Derita
- Dinaungi
- Ditindas
- Doa
- Dzikir
- Gembira
- Hakikat
- Harapan
- Hari Kiamat
- Harta
- Harta Dan Ilmu
- Hati
- Hijrah Rasulullah.
- Hikmah
- Ilmu Agama
- Iman
- isteri
- Jasad
- Kasih Sayang
- Keajaiban
- Kebahagiaan
- Keberkahan
- Kecintaan
- Kedamaian
- Kehidupan
- Kehilangan
- Keindahan
- Keinsafan
- Kejadian Manusia
- Kelembutan
- Keliru
- keluarga
- Kemakmuran
- Kemudahan
- Kepedihan
- Kesedihan
- ketenangan
- komitmen
- Last Article
- Maksiat
- Mengatasi Stress
- Mengharamkan
- Mengubati
- Mimpi Rasulullah
- minda
- Motivasi
- Muslim
- Negetif
- Nikmat
- Pahala
- Paku
- Pasangan
- Pemikiran
- perkahwinan
- Pertolongan
- Pesanan
- Positif
- Rahmat Dan Kemurkaan Nya
- renungan bersama
- Rindu
- Sejarah
- Selamat
- Senyuman
- Sepotong Kepala Ayam Untuk Ayah
- sifat
- solat
- syuhada
- Syurga
- Syurga Dan Neraka
- Tawakal
- Teladan
- Terbaik.
- Ujian
- Wanita
- Wasiat