Keluarga nampak terlihat indah bila kita mampu melewati setiap ujian. Bila mampu melewati setiap ujian dengan bersandar kepada Allah maka menjadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah. Itulah yang terjadi pada seorang ibu muda yang sudah menikah dua tahun dengan suaminya dan dirinya sedang hamil muda. Ia tidak yakin apakah ia cinta kepada suami atau tidak karena pertama kali mengenal suami waktu kuliah, begitu baik dan banyak pengorbanan yang dilakukan sehingga begitu dirinya lulus kuliah mengajak menikah.
Awalnya waktu itu belum ingin menikah karena ingin menikmati masa muda & membahagiakan orang tua karena mereka hanya hidup dengan berjualan warung kecil dipinggir jalan sampai sekarang tetapi karena merasa tidak enak kepada calon suami akhirnya ia memilih menikah. Sekarang justru menyesal karena melihat orang tua yang harus terus membanting tulang dengan warung kecilnya dan uangnya merasa tidak cukup untuk membantu mereka dan dirinya tidak mampu untuk membantu orang tua, 'Mas Agus, apa yang harus saya lakukan? Saya ingin bercerai, apakah hal itu lebih baik?
Sore itu ibu muda itu bersama suaminya di Rumah Amalia, saya kemudian menjelaskan padanya bahwa sesungguhnya masalah itu bersumber dari kebingungan dirinya sendiri dalam menentukan sikap. Disatu sisi ia inginkan berbuat baik dengan membantu orang tua dengan memberi materi sementara kemampuannya terbatas. Disisi lain sebagai seorang istri memiliki tanggungjawab mengurus keluarganya sendiri. Bila melalaikan kewajiban utama sebagai seorang istri dengan alasan ingin membahagiakan orang tua tentu saja hal itu tidak dibenarkan. Apakah dengan alasan sudah tidak cinta lagi dengan suami dapat bercerai begitu saja? Lantas bagaimana dengan anak yang dikandungnya? Saya mengajaknnya agar berpikir dengan jernih bahwa apakah yang dilakukan sebenarnya egoisme atau kemuliaan yang mendorong dirinya untuk bercerai dari suami? Bagaimana dengan anak yang dikandungnya, masa depannya masih panjang dan membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Lantas bagaimana dengan suami yang mencintainya setulus hati, tentunya saja hatinya terluka dengan keputusan itu.
Cinta senantiasa akan tumbuh berkembang bila senantiasa dipupuk dan disirami, ia akan bisa menumbuhkan cinta didalam hatinya jika berusaha sungguh-sungguh, tidak ada manusia yang sempurna, begitupun dengan suami bukanlah manusia yang sempurna, juga bisa melakukan kesalahan. namun jika ia bisa melihat dari sisi kelebihan dan kebaikan maka sebagai istri mampu melihat dari sisi positif. Demikian juga bila ia hanya melihat kekurangan maka yang terlihat hanya negatifnya aja. Niat baiknya untuk membantu orang tua tentu saja bukan berarti kemudian mengorbankan rumah tangganya dan saya mengingatkan agar tidak meremehkan warung kecil dipinggir jalan yang dimiliki orang tuanya sebab pintu rizki terbuka darimana saja. Pekerjaan apapun yang dilakukan oleh orang tuanya adalah pekerjaan mulia dan sebagai orang tua, beliau juga tidak ingin menjadi beban bagi anak-anaknya, usaha yang dilakukan bukan saja untuk mencari nafkah namun juga ada nilai ibadah. Tentunya orang tua mana yang tidak menangis jika mengetahui bahwa anaknya bercerai karena alasan ingin membahagiakan mereka. Orang tua berharap pernikahan anaknya menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah.
Saya menganjurkan kepada pasangan suami istri itu untuk memohon ampun kepada Allah dan untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangganya agar dilimpahkan keberkahan oleh Allah. Juga kepada Ibu sebagai istri lebih mendekatkan diri kepada Allah agar anak yang dikandungnya senantiasa dalam keadaan sehat dan kelak menjadi anak yang sholeh. Keinginannya membantu orang tua tentu saja hal itu tetap bisa dilakukan atas persetujuan suami tanpa harus mengorbankan keutuhan rumah tangganya. Pasangan suami istri itu nampak diwajahnya terlihat senyuman. Ada sebuah kelegaan memahami permasalahan rumah tangga yang dihadapinya. Kebahagiaan itu hadir pada diri mereka, tak lupa mereka memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
'Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri2 dari jenismu sendiri supaya engkau cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda2 bagi kaum berpikir.' (QS. ar-Rum : 21).
Senyuman yang indah hadir ketika kita bisa melewati berbagai ujian dan cobaan di dalam hidup ini sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah. Banyak orang yang lulus disaat mendapat ujian dalam penderitaan namun justru gagal ketika diuji dengan anugerah dalam bentuk kekayaan, wajah yang rupawan, kecerdasan yang menyebabkan lalai dan jauh dari Allah sampai kemudian jatuh sakit, begitulah kasih sayang Allah yang senantiasa mengingatkan hambaNya. Bersyukurlah bila kita termasuk orang yang lulus melewati berbagai ujian dan cobaan didalam hidup ini. Sebagaimana seorang pemuda yang datang ke Rumah Amalia. Dibalik anugerah kecerdasan dan pandai bergaul membuat hidupnya begitu mudah meraih impiannya. Begitu lulus kuliah bisa langsung bekerja. Entah bagaimana dari kecil orang tuanya mendidik dan hidup dilingkungan orang-orang yang taat beragama, tiba-tiba dirinya terjerumus ke dalam lembah hina. Godaan hawa nafsu tak mampu dikendalikannya. Imannya benar-benar diuji. Kian hari kian asyik dalam kenikmatan dunia yang semu. Terperosok ke dalam lumpur dosa. Tenggelam dalam kehidupan malam. Pergaulan bebas dan Minuman keras sudah menjadi teman karibnya. Bahkan sholat lima waktu sudah lama tidak pernah lagi dikerjakan. Badannya kurus, wajahnya pucat, tak bergairah dalam menjalankan aktifitas, hidupnya terasa hancur. Setiap malam hatinya selalu cemas & was-was, ketakutan seolah membayangi disetiap langkahnya.
Suatu ketika mendengarkan suara adzan Isyak, membuat hatinya tersiksa. Merinding bulu romanya. Hatinya terasa hancur bagai tertimpa beban yang berton-ton yang membuat remuk seluruh tulangnya. Air matanya mengalir. Menangis terisak karena hati begitu terasa perih bagai tersayat-sayat, tanpa terasa terucap lirih, 'Astaghfirullah al adzim, Ya Allah Ampunilah hambaMu ini..' Ditengah kondisi tubuhnya yang melemah, di dalam tubuhnya terdapat benjolan ditubuhnya. Benjolan kecil awalnya cuman dua kemudian menjadi empat dan berikutnya delapan. Benjolan itu dibawanya berobat di rumah sakit. Dokter menggelengkan kepala, dipikirnya sejenis kutil namun jenis seperti ini tidak dikenalnya. Air matanya diusapnya berkali-kali. Dalam kondisi hati yang penuh galau, rizki yang selama ini hanya digunakan untuk mencari kenikmatan yang semu, ia bertekad bershodaqoh untuk Rumah Amalia dengan memohon keridhaan Allah.
Kesungguhannya mendekatkan diri kepada Allah, tak lupa menjalankan ibadah sholat lima waktu dan meninggalkan semua kebiasaan buruknya. Beberapa hari kemudian benjolan-benjolan itu mengecil dan menghilang sekalipun masih terlihat bekasnya. Tubuhnya sudah terlihat bugar dan sehat, penuh semangat dalam menjalan aktifitasnya. Semua noda dan dosa yang selama ini melekat dalam tubuhnya seolah rontok. 'Segala Puji Engkau Ya Allah, yang telah menyembuhkan segala penyakit tubuh dan hatiku.' tuturnya dengan penuh air mata yang berlinang.
'Janganlah engkau bersikap lemah & jangan pula bersedih hati, padahal engkaulah orang2 yg paling tinggi derajatnya, jika engkau orang2 yg beriman.' (QS. Ali Imran : 139).
Ketenangan itu dicapai melalui zikrullah. Namun zikrullah yang bagaimana dapat memberi kesan dan impak kepada hati? Ramai yang berzikir tetapi tidak tenang. Ada orang berkata, “ketika saya dihimpit hutang, jatuh sakit, dicerca dan difitnah, saya pun berzikir. Saya ucapkan subhanallah, alhamdulillah, Allah hu Akbar beratus-ratus malah beribu-ribu kali tetapi mengapa hati tidak tenang juga?”
Zikrullah hakikatnya bukan sekadar menyebut atau menuturkan kalimah. Ada bezanya antara berzikir dengan “membaca” kalimah zikir. Zikir yang berkesan melibatkan tiga dimensi – dimensi lidah (qauli), hati (qalbi) dan perlakuan (fikli). Mari kita lihat lebih dekat bagaimana ketiga-tiga dimensi zikir ini diaplikasikan.
Katalah lidah kita mengucapkan subhanallah – ertinya Maha Suci Allah. Itu zikir qauli. Namun, pada masa yang sama hati hendaklah merasakan Allah itu Maha Suci pada zat, sifat dan af’al (perbuatannya). Segala ilmu yang kita miliki tentang kesucian Allah hendaklah dirasai bukan hanya diketahui. Allah itu misalnya, suci daripada sifat-sifat kotor seperti dendam, khianat, prasangka dan sebagainya.
Dimensi kata, rasa dan tindakan
Jika seorang hamba yang berdosa bertaubat kepada-Nya, Allah bukan sahaja mengampunkannya, malah menghapuskan catatan dosa itu, bahkan menyayangi dan memberi “hadiah” kepadanya. Firman Allah:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…”At Tahrim 8
Firman Allah lagi:
“… Sungguh, Allah menyukai orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri” al baqarah 222.
Sifat ini berbeza sekali dengan kita manusia yang kekadang begitu sukar memaafkan kesalahan orang lain. Dan segelintir yang mampu memaafkan pula begitu sukar melupakan – forgive yes, forget not! Hendak memberi hadiah kepada orang yang bersalah mencaci, memfitnah dan menghina kina? Ah, jauh panggang daripada api! Begitulah kotornya hati kita yang sentiasa diselubungi dendam, prasangka dan sukar memaafkan. Tidak seperti Allah yang begitu suci, lunak dan pemaaf. Jadi, apabila kita bertasbih, rasa-rasa inilah yang harus diresapkan ke dalam hati. Ini zikir qalbi namanya.
Tidak cukup di tahap itu, zikrullah perlu dipertingkatkan lagi ke dimensi ketiga. Hendaklah orang yang bertasbih itu memastikan perlakuannya benar-benar menyucikan Allah. Ertinya, dia melakukan perkara yang selaras dengan suruhan Allah yang Maha Suci dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Yang halal, wajib, harus dan sunat dibuat. Manakala yang haram dan makruh ditinggalkannya. Zina, mengumpat, mencuri, memfitnah dan lain-lain dosa yang keji dan kotor dijauhi. Bila ini dapat dilakukan kita telah tiba di dimensi ketiga zikrullah – zikir fikli!
Sekiranya ketiga-tiga dimensi zikrullah itu dapat dilakukan, maka kesannya sangat mendalam kepada hati. Sekurang-kurang hati akan dapat merasakan empat perkara:
Rasa kehambaan.
Rasa bertuhan.
Memahami maksud takdir.
Mendapat hikmah di sebalik ujian.
Hati adalah sumber dari segala-galanya dalam hidup kita, agar kehidupan kita baik dan benar, maka kita perlu menjaga kebersihan hati kita. Jangan sampai hati kita kotori dengan hal-hal yang dapat merosak kehidupan kita apalagi sampai merosak kebahagiaan hidup kita di dunia ini dan di akhirat nanti. Untuk menjaga kebersihan hati maka kita juga perlu untuk menjaga penglihatan, pendengaran, fikiran, ucapan kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan menjaga hal-hal tersebut kita dapat menjaga kebersihan hati kita. Dengan hati yang bersih kita gapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Rasa kehambaan.
Rasa kehambaan ialah rasa yang perlu ada di dalam hati seorang hamba Allah terhadap Tuhan-Nya. Antara rasa itu ialah rasa miskin, jahil, lemah, bersalah, hina dan lain-lain lagi. Bila diuji dengan kesakitan, kemiskinan, cercaan misalnya, seorang yang memiliki rasa kehambaan nampak segala-galanya itu datang daripada Allah. Firman Allah:
“Katakanlah (Muhammad), tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakal orang-orang yang beriman.” At Taubah: 51
Seorang hamba akan pasrah dan merasakan bahawa dia wajar diuji. Bukankah dia seorang hamba? Dia akur dengan apa yang berlaku dan tidak mempersoalkan mengapa aku yang diuji? Kenapa aku, bukan orang lain? Ini samalah dengan mempersoalkan Allah yang mendatangkan ujian itu. Menerima hakikat bahawa kita layak diuji akan menyebabkan hati menjadi tenang. Jika kita “memberontak” hati akan bertambah kacau.
Imam Ghazali rhm pernah menyatakan bahawa cukuplah seseorang hamba dikatakan sudah “memberontak” kepada Tuhannya apabila dia menukar kebiasaan-kebiasaan dalam hidupnya apabila diuji Allah dengan sesuatu yang tidak disukainya. Misalnya, dia tidak lalu mahu makan-minum secara teratur, tidak mandi, tidak menyisir rambut, tidak berpakaian kemas, tidak mengemaskan misai dan janggut dan lain-lain yang menjadi selalunya menjadi rutin hidupnya. Ungkapan mandi tak basah, tidur tak lena, makan tak kenyang adalah satu “demonstrasi” seorang yang sudah tercabut rasa kehambaannya apabila diuji.
Bila ditimpa ujian kita diajar untuk mengucapkan kalimah istirja’ – innalillah wa inna ilaihi rajiun. Firman Allah:
“…Iaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-nyalah kami kembali.” Al baqarah 156
Mengapa kita diperintahkan mengucapkan istirja’? Kalimah ini sebenarnya mengingatkan kita agar kembali merasakan rasa kehambaan. Bahawa kita adalah hamba milik Allah dan kepada-Nya kita akan dikembalikan. Kita layak, patut dan mesti diuji kerana kita hamba, bukan tuan apalagi Tuhan dalam hidup ini.
Rasa bertuhan.
Rasa kehambaan yang serba lemah, miskin, kurang dan jahil itu mesti diimbangi oleh rasa bertuhan. Bila kita rasa lemah timbul pergantungan kepada yang Maha kuat. Bila kita rasa kurang timbul pengharapan kepada yang Maha sempurna. Bila miskin, timbul rasa hendak meminta kepada yang Maha kaya. Rasa pengharapan, pengaduan dan permintaan hasil menghayati sifat-sifat Allah yang Maha sempurna itulah yang dikatakan rasa bertuhan.
Jika rasa kehambaan menyebabkan kita takut, hina, lemah sebaliknya rasa bertuhan akan menimbulkan rasa berani, mulia dan kuat. Seorang hamba yang paling kuat di kalangan manusia ialah dia yang merasa lemah di sisi Allah. Ketika itu ujian walau bagaimana berat sekalipun akan mampu dihadapi kerana merasakan Allah akan membantunya. Inilah rasa yang dialami oleh Rasulullah SAW yang menenteramkan kebimbangan Sayidina Abu Bakar ketika bersembunyi di gua Thaur dengan katanya, “la tahzan innallaha maana – jangan takut, sesungguhnya Allah bersama kita!”
Rasa bertuhan inilah yang menyebabkan para nabi dan Rasul, mujaddid dan mujtahid, para mujahid dan murabbi sanggup berdepan kekuatan majoriti masyarakat yang menentang mereka mahupun kezaliman pemerintah yang mempunyai kuasa. Tidak ada istilah kecewa dan putus asa dalam kamus hidup mereka. Doa adalah senjata mereka manakala solat dan sabar menjadi wasilah mendapat pertolongan Allah. Firman Allah:
“Dan pohonlah pertolongan dengan sabar dan solat.” Al Baqarah.
Dalam apa jua keadaan, positif mahupun negatif, miskin ataupun kaya, berkuasa ataupun rakyat biasa, tidak dikenali ataupun popular, hati mereka tetap tenang. Firman Allah:
“Dialah Tuhan yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang yang beriman, supaya keimanan mereka makin bertambah daripada keimanan yang telah ada. Kepunyaan Allah tentang langit dan bumi, dan Allah itu Maha Tahu dan Bijaksana.” Al Fathu 4.
Bila hati tenang berlakulah keadaan yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya:
Maksudnya: Amat menarik hati keadaan orang beriman, semua pekerjaannya baik belaka, dan itu ada hanya pada orang beriman: Jika memperoleh kesenangan, dia bersyukur. Dan itu memberikannya kebaikan (pahala). Jika ditimpa bahaya (kesusahan), dia sabar dan itu juga memberikannya kebaikan.” – Al Hadis.
Memahami maksud takdir Allah.
Mana mungkin kita mengelakkan daripada diuji kerana itu adalah takdir Allah SWT. Yang mampu kita buat hanyalah meningkatkan tahap kebergantungan kita kepada Allah di samping berusaha sedaya upaya menyelesaikan masalah itu. Ungkapan yang terkenal: We can’t direct the wind but we can adjust our sail – kita tidak mampu mengawal arah tiupan angin, kita hanya mampu mengawal kemudi pelayaran kita.
Kemudi dalam pelayaran kehidupan kita hati. Hati yang bersifat bolak-balik (terutamanya bila diuji) hanya akan tenang bila kita beriman kepada Allah – yakin kepada kasih-sayang, keampunan dan sifat pemurah-Nya. Dalam apa jua takdir yang ditimpakan-Nya ke atas kita adalah bermaksud baik sekalipun kelihatan negatif. Baik dan buruk hanya pada pandangan kita yang terbatas, namun pada pandangan-Nya yang Maha luas, semua yang ditakdirkan ke atas hamba-Nya pasti bermaksud baik.
Tidak salah untuk kita menyelesaikan masalah yang menimpa (bahkan kita dituntut untuk berbuat demikian), namun jika masalah itu tidak juga dapat diselesaikan, bersangka baik kepada Allah berdasarkan firman-Nya:
“Ada perkara yang kamu tidak suka tetapi ia baik bagi kamu dan ada perkara yang kamu suka tetapi ia buruk bagi kamu, Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahuinya”
Surah Al Baqarah : 216
Seorang ahli hikmah, Ibn Atoillah menjelaskan hakikat ini menerusi katanya, “barang siapa yang menyangka sifat kasih sayang Allah terpisah dalam takdir-Nya, maka itu adalah kerana pendeknya penglihatan akal dan mata hati seseorang.”
Siapa tidak inginkan kekayaan, malah kita dituntut mencari harta. Namun jika setelah berusaha sedaya upaya, masih miskin juga, bersangka baiklah dengan Tuhan… mungkin itu caranya untuk kita mendapat pahala sabar. Begitu juga kalau kita ditakdirkan kita tidak berilmu, maka berusahalah untuk belajar, kerana itulah maksud Allah mentakdirkan begitu.
Kalau kita berkuasa, Allah inginkan kita melaksanakan keadilan. Sebaliknya, kalau kita diperintah (oleh pemimpin yang baik), itulah jalan untuk kita memberi ketaatan. Rupanya cantik kita gunakan ke arah kebaikan. Hodoh? kita terselamat daripada fitnah dan godaan. Ya, dalam apa jua takdir Allah, hati kita dipimpin untuk memahami apa maksud Allah di sebalik takdir itu.
Jadi, kita tidak akan merungut, stres dan tertekan dengan ujian hidup. Hayatilah kata-apa yang ditulis oleh Ibnu Atoillah ini:
“Untuk meringankan kepedihan bala yang menimpa, hendak dikenal bahawa Allah-lah yang menurunkan bala itu. Dan yakinlah bahawa keputusan (takdir) Allah itu akan memberikan yang terbaik.”
Tadbirlah hidup kita sebaik-baiknya, namun ingatlah takdir Tuhan sentiasa mengatasi tadbir insan. Jangan cuba mengambil alih “kerja Tuhan” yakni cuba menentukan arah angin dalam kehidupan ini tetapi buatlah kerja kita, yakni mengawal pelayaran hidup kita dengan meningkatkan iman dari semasa ke semasa. Kata bijak pandai: “It’s not what happens to you, but it’s what you do about it. It is not how low you fall but how high you bounce back!”
Mendapat hikmah bila diuji.
Hikmah adalah sesuatu yang tersirat di sebalik yang tersurat. Hikmah dikurniakan sebagai hadiah paling besar dengan satu ujian. Hikmah hanya dapat ditempa oleh “mehnah” – didikan langsung daripada Allah melalui ujian-ujian-Nya. Ra¬sul¬ullah s.a.w. bersabda, “perumpamaan orang yang beriman apabila ditimpa ujian, bagai besi yang dimasukkan ke dalam api, lalu hilanglah karatnya (tahi besi) dan tinggallah yang baik sahaja!”
Jika tidak diuji, bagaimana hamba yang taat itu hendak mendapat pahala sabar, syukur, reda, pemaaf, qanaah daripada Tuhan? Maka dengan ujian bentuk inilah ada di kalangan para rasul ditingkatkan kepada darjat Ulul Azmi – yakni mereka yang paling gigih, sabar dan berani menanggung ujian. Ringkas¬nya, hikmah adalah kurnia termahal di sebalik ujian buat golongan para nabi, siddiqin, syuhada dan solihin ialah mereka yang sentiasa diuji.
Firman Allah: Apakah kamu mengira akan masuk ke dalam syurga sedangkan kepada kamu belum datang penderitaan sebagai¬mana yang dideritai orang-orang terdahulu daripada kamu, iaitu mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan dan kegoncangan, sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya merintih: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?”
(Surah al-Baqarah: 214
Pendek kata, bagi orang beriman, ujian bukanlah sesuatu yang negatif kerana Allah sentiasa mempunyai maksud-maksud yang baik di sebaliknya. Malah dalam keadaan berdosa sekalipun, ujian didatangkan-Nya sebagai satu pengampunan. Manakala dalam keadaan taat, ujian didatangkan untuk meningkatkan darjat.
Justeru, telah sering para muqarrabin (orang yang hampir dengan Allah) tentang hikmah ujian dengan berkata: “Allah melapangkan bagi mu supaya engkau tidak selalu dalam kesempitan dan Allah menyempitkan bagi mu supaya engkau tidak hanyut dalam kelapangan, dan Allah melepaskan engkau dari keduanya, supaya engkau tidak bergantung kepada sesuatu selain Allah.
Apabila keempat-empat perkara ini dapat kita miliki maka hati akan sentiasa riang, gembira dan tenang dengan setiap pekerjaan yang dilakukan. Sentiasa melakukan kerja amal, tolong menolong, bergotong royong, sentiasa bercakap benar, sopan dan hidup dengan berkasih sayang antara satu dengan lain.
Marilah kita bersihkan hati kita dari segala kotorannya dengan memperbanyak zikrullah. Itulah satu-satunya jalan untuk mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti. Manusia perlukan zikir umpama ikan perlukan air. Tanpa zikir, hati akan mati. Tidak salah memburu kekayaan, ilmu, nama yang baik, pangkat yang tinggi tetapi zikrullah mestilah menjadi teras dan asasnya.
Insya-Allah, dengan zikrullah hati kita akan lapang sekalipun duduk di dalam pondok yang sempit apatah lagi kalau tinggal di istana yang luas. Inilah bukti keadilan Allah kerana meletakkan kebahagiaan pada zikrullah – sesuatu yang dapat dicapai oleh semua manusia tidak kira miskin atau kaya, berkuasa atau rakyat jelata, hodoh atau jelita. Dengan itu semua orang layak untuk bahagia asalkan tahu erti dan melalui jalan yang sebenar dalam mencarinya. Rupa-rupanya yang di cari terlalu dekat… hanya berada di dalam hati sendiri!
Assalamualaikum..
Setiap daripada kita sudah pasti mengalami situasi yang sebegini setiap kali kita di minta untuk memberikan jawapan daripada soalan-soalan yang spontan.Selain daripada kita juga akan menjadi keliru apabila di minta untuk membuatkan pilihan. Betulkan saya jika saya ada silap dalam memperkatakan soal KELIRU ini.Antara definasi keliru ini adalah:-
1.Situasi Spontan
Situasi spontan adalah situasi yang saya sebutkan tadi iaitu apabila di minta untuk memberikan jawapan kepada orang yang bertanyakan soalan secara spontan.Sudah pasti kita akan menjadi keliru untuk memberikan jawapan.Sebagai contohnya seperti kita di minta untuk memberikan jawapan untuk situasi yang berbelah bagi.Sebagai contohnya memberikan jawapan dari segi cinta.Dari situ kita akan menjadi keliru diantara hati dan perasaan.Kita takut untuk memberikan jawapan kerana sudah pastinya kita tak sanggup untuk mengecewakan orang dan kita tak sanggup jika jawapan yang diberikan itu boleh membuatkan orang lain terluka. Saya bukannya seorang doktor cinta, tetapi saya hanya memberikan satu gambaran kepada semua supaya faham mengenai situasi yang seperti ini.Apa-apapun kena ambil sedikit masa jika kita masih lagi keliru dan ragu-ragu untuk membuat satu keputusan.
2.Keliru Mengenai Perkataan Dan Sebutan
Bagi situasi ini pula saya ingin menyentuh soal penggunaan salam atau assalamualaikum. Dimana ada sesetengah pihak menyatakan jika ingin memberi salam kepada seseorang itu haruslah menyebutnya dengan penuh iaitu assalamualaikum.Ada juga sesetengah pihak menyatakan cukup dengan menyebut salam.Di Syiria dan negara-negara timur tengah yang lain hanya menyebut salam setiap kali bertemu dengan orang.Situasi ini juga menyebabkan kita menjadi keliru yang mana satu sesuai untuk digunakan. Allah ada berfirman:-
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: "Salam (selamat tinggal)". Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk). (QS. 43:89)
Dan Ustaz Zawawi Yusof ada memberikan satu keterangan mengenai penggunakan salam ini iaitu:-
Menurut ustaz Zawawi Yusof, Baginda saw memberi salam dengan lafaz "Assalamualaikum" dan menjawab salam dari para sahabat baginda dengan salam yang lengkap iaitu "Waalaikumussalam warahmatulallahhi wabarakatuh".
Ringkasnya, baginda saw akan beri salam dengan ucapan - "Assalamualaikum" dan...Jawab salam - "Waalaikumussalam warahmatulallahi wabarakatuh"
Lagi satu, perlu diingatkan juga semasa menjawab salam, saya dengar ramai orang jawab salam dengan ucapan yang tidak tepat. Jawab salam yang betul ialah ; "WAALAI KUMUS SALAM" dan bukannya yang selalu saya dengar iaitu ; "WAALAI KUM SALAM"
Apabila kita ingin berkirim salam pada orang lain, hendaklah kita berkata "Kirim salam, assalamualaikum pada ASHREE ye" contoh lerr... Dan bukannya: "Kirim salam kat ASHREE yer". Dan jangan pula memandai-mandai tambah perkataan seperti "Ko tolong kirim salam maut kat dia yer".
Statement ini walaupun dalam nada bergurau, tapi ia adalah menyalahi syariat dan berdosa, walaupun sekadar gurauan!
Selain itu, janganlah kita menggantikan perkataan "Assalamualaikum" dengan "A'kum" dalam sms atau apa sekalipun melalui tulisan. Jika perkataan "Assalamualaikum" itu panjang, maka hendaklah kita ganti dengan perkataan "As Salam" yang membawa maksud sama dengan "Assalamualaikum".
Rasanya penerangan mengenai penggunaan salam ni cukup lengkap supaya kita tidak lagi keliru.
3.Keliru Dalam Membuat Pilihan.
Situasi ini banyak berlaku kepada kaum hawa.Bukannya nak terus menunding jari kepada kaum hawa, kaum adam pun ada juga mengalami situasi sebegini, cuma dalam situasi ini kebanyakkannya dialami oleh kaum hawa.Sebagai contohnya memilih barang di satu kedai yang cukup penuh dengan barang-barang yang cantik dan menarik hati.Dalam situasi ini juga turut boleh membuatkan seseorang itu menjadi keliru untuk membuat pilihan.Kalau boleh semuanya kita nak beli, tapi modal dalam poket ni sikit, terpaksa la kita membuat satu pilihan sahaja. Janji dapat juga barang yang seseorang itu nakkan.Jadi betul la kan situasi yang saya cuba kaitkan ini dengan kaum hawa?
4.Kata-kata Yang Kurang Jelas Dan Tak Tepat
Dalam situasi ini banyak yang akan menjadi keliru apabila apa yang di cakapkan oleh orang di hadapan kita ini kurang jelas dan kurang tepat.Sebagai contoh yang dapat saya berikan ialah salah satu kita keliru dengan kata-kata pemimpin ataupun boss di tempat kerja.Sesuatu yang dia arahkan kepada kita itu di luar pengetahuan kita dan sesuatu di luar bidang kita.Kita di minta untuk membuat satu kerja yang kita tak pernah buat dan penerangan yang boss berikan itu kurang jelas.Jadi ianya boleh membuatkan kita menjadi keliru. Ataupun kita keliru mengenai apa yang orang di sekeliling kita nak, bila kita tanya, dorang tak nak cakap, bila kita cuba tunaikan dengan cara kita, dorang pula tidak dapat terimanya. Jadi kita juga boleh menjadi keliru dalam situasi ini.
Dalam situasi diatas ni memang sukar untuk di perjelaskan dengan lebih terperinci kerana setiap situasi yang kita hadapi itu tidak sama dengan situasi orang lain alami.Cuma cara kita nak menanganinya macam mana sahaja yang berbeza kerana setiap orang mempunyai caranya yang tersendiri.Apapun buat pilihan menggunakan akal yang waras dan berlandaskan iman. Jangan ikut hati kerana apabila kita ikut hati, kita juga boleh mati..
Rasanya cukup la sekadar ini sahaja yang dapat saya kongsi dan terangkan pada kali ini. Insyaallah jika ada mana-mana pihak yang sudi untuk menyumbang idea, saya amat alu-alukan untuk kita sama-sama berkongsi ilmu allah ini kepada semua rakan-rakan yang lain.Hanya allah sahaja yang dapat membalas jasa kalian yang sudi berkongsi ilmu ini dengan kami.Sesungguhnya anda semua telah menjadi sebahagian daripada Keluarga Admin Lakaran Sakinah.
From. Admin Leader Lakaran Sakinah.
Wasalam...
Setiap manusia yang hidup di atas muka bumi allah ini sudah pasti ingin melakukan yang terbaik tidak kira dari segi apa jua sekali pun. Tatapi kita sebagai manusia ini tetap juga mempunyai kekurangan dalam setiap hal.Tidak semua manusia itu sempurna dalam segala hal dan sudah pasti mempunyai kekurangannya yang tersendiri.Hanya yang dapat di lakukan adalah melakukan dan terus melakukan supaya sesuatu yang dilakukan itu menjadi sesuatu yang terbaik.
Menyentuh mengenai ibadah seharian kita sudah pastinya kita juga ingin melakukan sehabis baik supaya setiap amalan kita itu di terima oleh allah s.w.t.Tetapi kita tetap juga mempunyai halangan dan cabaran untuk melakukan sebaik mungkin kerana kita mempunyai musuh yang kekal hingga ke akhir hayat kita iaitu syaitan dan nafsu. Dan bagi yang betul-betul inginkan yang terbaik sahajalah yang sanggup melakukan perkara ini secara berterusan dan memperbaiki setiap amalannya itu supaya menjadi yang terbaik.Walaupun kita sudah merasakan sesuatu amal ibadat kita itu telah dilakukan sehabis baik, tetapi kita belum lagi mengetahui yang amalan kita itu di terima allah ataupun tidak.
Dalam perhubungan silaturahim pulak juga tidak lepas daripada ingin memberi dan melakukan yang terbaik terhadap rakan-rakan.Tapi setiap manusia ini di ciptakan dengan pelbagai tabiat dan perangai.Jadi memang sukar untuk kita melakukan yang terbaik untuk memuaskan hati rakan-rakan.Hanya yang boleh di lakukan adalah sentiasa memberikan yang terbaik walaupun sesuatu itu tidak menjadi yang terbaik di hati rakan-rakan.
Kita sebagai manusia tidak lari daripada melakukan kesilapan setiap kali kita ingin melakukan kebaikan.Tetapi apa yang harus dilakukan daripada kesilapan itu adalah dengan memperbaiki kesilapan itu dan belajar daripada kesilapan itu supaya akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Jangan diulang kesilapan yang sama kerana tetap tidak akan menjadi sesuatu itu baik sebaliknya ubahlah sesuatu itu supaya boleh menjadi lebih baik.Jangan pentingkan diri, jangan ego dan jangan merasa bangga dengan apa yang telah kita ada, kerana daripada sifat yang sebegini lah kita akan menjadi semakin lupa diri dan kita tidak akan mengubah sesuatu perbuatan itu supaya menjadi lebih baik daripada sebelumnya kerana kita telah pun di pengaruhi dengan sifat merasa bangga diri,ego,dan pentingkan diri sendiri ini.Kita sudah merasakan sesuatu yang dilakukan itu sudah menjadi yang terbaik bagi semua sedangkan di sebaliknya masih lagi mempunyai keburukan.
Kita di dalam islam juga di unjurkan untuk mengubah dan membentuk sahsiah peribadi diri supaya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.Hanya dengan melakukannya dengan cara berterusan sahajalah yang dapat mengubah semua ini dari masa kesemasa.
Kita juga haruslah belajar menerima setiap kekurangan yang ada di sekeliling kita ini dan hendaklah sentiasa bersyukur dengan apa yang telah allah berikan kepada kita walaupun sesuatu itu bukannya hak kita.Cuma kita perlulah hargainya. Jangan sesekali kita menghina sesuatu itu dan jangan lah kita merasakan sesuatu itu tidak sesuai dan tidak layak untuk kita.Jikalau ada sesuatu perkara di sekeliling kita itu yang kurang baik, kita bimbing lah dan kita sama-samalah membentuk sesuatu itu supaya menjadi lebih baik.Kita setiap manusia ini di cipta dengan cukup sempurna oleh Allah s.w.t dan cuma yang membezakan seseorang manusia itu adalah dari segi amalan,cara pemikiran dan lain-lain.Itulah yang sering kali manusia membeza-bezakan manusia ini. Sedangkan tempat kita sisi Allah belum kita ketahui lagi.
Belajar lah menjadi yang terbaik dan kita sebagai manusia ini sama-sama membantu dan bersatu hati supaya menjadi yang terbaik.Jangan hanya pentingkan diri sendiri dan asyik memandang rendah dengan kekurangan orang lain kerana setiap manusia di atas muka bumi allah ini sentiasa inginkan yang terbaik.
Hidup ini ibarat bercermin. Dimana kalau baik benda di hadapan kita itu, maka baiklah jadinya, dan jikalau kurang baik, maka kurang baiklah jadinya. Jadi sama-samalah saling menampung setiap lubang yang tidak baik itu supaya ianya menjadi sesuatu yang sempurna dan tidak akan sama sekali tidak berulang lagi perkara-perkara yang tidak baik..
wasalam..
Menurut Hadits Qudsi:
Allah SWT berfirman pada harui kiamat kepada anak-anak:
"Masuklah kalian ke dalam surga!"
Anak-anak itu berkata: "Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami
masuk."
Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah
berfirman lagi: "Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian
kedalam surga!"
Mereka menjawab: "Tetapi (bagaimana) orang tua kami?" Allah pun berfirman:
"Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian."
(Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua�ah yang bersumber dari
sahabat Nabi SAW)
Istilah "al-wildan" dalam Hadits Qudsi diatas adalah kata jama�, mufradnya
(kata tunggalnya) adalah "al-walid", artinya anak yang baru dilahirkan, yaitu
bayi atau anak kecil yang belum akil baligh. Jadi maksudnya ialah anak kecil
yang meninggal dunia. Hal itu diterangkan dalam Hadits lain yang diriwayatkan
Ibnul-Atsir sebagai berikut:
"Anak kecil (yakni yang meninggal dunia selagi kanak-kanak atau keguguran),
masuk syurga."
Maksud hadits diatas, termasuk salah satu di antara rentetan peristiwa yang
terjadi pada hari kiamat di padang masyar. Gambaran ringkas dari
peristiwa-peristiwa itu adalah sebagai berikut:
1. Setiap orang dibangkitkan dari kuburannya masing-masing
2. Masing-masing digiringkan oleh malaikat Zabaniah kepadang Masyar. Setelah
itu mereka dikelilingi oleh hewan-hewan dan apa saja yang ada sangkut pautnya
dengan mereka. Juga dikelilingi oleh malaikat langit masing-masing tingkatan.
3. Matahari diciptakan kembali dan diletakkan di atas mereka pada jarak satu
mil, sehingga mereka selain berdesak-desakan dn berjubel-jubel (kaki diinjak
oleh seribu kaki-kaki diatasnya), juga dibakar oleh panasnya matahari,
berkeringat, lapar, haus dahaga tidak terperikan siksanya.
4. Ketika mereka mengalami lapar dan haus itulah anak-anak yang tadinya
meninggal selagi masih kecil dan dilepas oleh orang tuanya dengan sabar dan
tawakal, datang kepada orang tuanya masing-masing dengan membawa segelas air
untuk diminum, dan apabila sudah diminum, tidak akan lapar dan dahaga lagi
selama di alam Masyar itu. Demikian menurut beberapa Hadits.
5. Mulai hisab dengan menerima buku catatan harian masing-masing yang selama
hidupnya dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
6. Dilakukan mizan (penilaian timbangan) terhadap segala macam amalan setiap
orang, kecuali orang-orang masuk surga tanpa hisab.
7. Meniti shirat yang harus dilalui oleh keseluruhan yang ada di padang
Masyar itu. Meniti shirat yang kedua bagi mereka yang telah selamat meniti
shirat yang pertama.
8. Mana yang sudah bersih benar baru diidzinkan masuk syurga.
Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada anak-anak (yang tadinya
meninggal dunia selagi belum akil baligh) untuk memasuki surga. Tetapi mereka
memohon syafa�at (pertolongan) kepada Allah agar kiranya dapat masuk surga
bersama orang tua mereka. Memang mereka juga penuhi perintah Allah, untuk
datang mendekati pintu syurga, tapi masih belum mau memasukinya, sehingga
Allah Yang Maha Mengetahui bertanya lagi: "Mengapa Aku lihat anak-anak itu
masih saja belum masuk syurga? Masuklah kalian ke dalam syurga itu". Pada
saat itu mereka mengulangi permohonannya bagi orang tua mereka. "Kami belum
mau masuk, sebelum orang tua kami yang menjadi asal pokok kami, dan ibu-ibu
kami yang telah mengandung kami sembilan bulan dan kemudian membesarkan kami
masuk juga bersama kami".
Demikianlah mereka berhenti dekat pintu surga, menunggu keputusan Allah SWT
dengan penuh harapan.
Akhirnya putusan yang dinanti-nantikan itu datang dengan segera, dengan
firman Allah Yang Maha Mengetahui: "Masuklah kalian ke dalam surga bersama
orang tua kalian".
Penegasan ini oleh Allah kira-kira dimaksudkan untuk menampakkan betapa
besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh ridla qadla� dan
qadar Allah, sabar dan puji syukur kehadirat Nya.
(Sumber: Hadits Qudsi, KH.M. Ali Usman dkk, CV. Diponegoro Bandung, 1984)
Menurut Hadits Qudsi:
Allah SWT berfirman pada harui kiamat kepada anak-anak:
"Masuklah kalian ke dalam surga!"
Anak-anak itu berkata: "Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami
masuk."
Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah
berfirman lagi: "Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian
kedalam surga!"
Mereka menjawab: "Tetapi (bagaimana) orang tua kami?" Allah pun berfirman:
"Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian."
(Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua�ah yang bersumber dari
sahabat Nabi SAW)
Istilah "al-wildan" dalam Hadits Qudsi diatas adalah kata jama�, mufradnya
(kata tunggalnya) adalah "al-walid", artinya anak yang baru dilahirkan, yaitu
bayi atau anak kecil yang belum akil baligh. Jadi maksudnya ialah anak kecil
yang meninggal dunia. Hal itu diterangkan dalam Hadits lain yang diriwayatkan
Ibnul-Atsir sebagai berikut:
"Anak kecil (yakni yang meninggal dunia selagi kanak-kanak atau keguguran),
masuk syurga."
Maksud hadits diatas, termasuk salah satu di antara rentetan peristiwa yang
terjadi pada hari kiamat di padang masyar. Gambaran ringkas dari
peristiwa-peristiwa itu adalah sebagai berikut:
1. Setiap orang dibangkitkan dari kuburannya masing-masing
2. Masing-masing digiringkan oleh malaikat Zabaniah kepadang Masyar. Setelah
itu mereka dikelilingi oleh hewan-hewan dan apa saja yang ada sangkut pautnya
dengan mereka. Juga dikelilingi oleh malaikat langit masing-masing tingkatan.
3. Matahari diciptakan kembali dan diletakkan di atas mereka pada jarak satu
mil, sehingga mereka selain berdesak-desakan dn berjubel-jubel (kaki diinjak
oleh seribu kaki-kaki diatasnya), juga dibakar oleh panasnya matahari,
berkeringat, lapar, haus dahaga tidak terperikan siksanya.
4. Ketika mereka mengalami lapar dan haus itulah anak-anak yang tadinya
meninggal selagi masih kecil dan dilepas oleh orang tuanya dengan sabar dan
tawakal, datang kepada orang tuanya masing-masing dengan membawa segelas air
untuk diminum, dan apabila sudah diminum, tidak akan lapar dan dahaga lagi
selama di alam Masyar itu. Demikian menurut beberapa Hadits.
5. Mulai hisab dengan menerima buku catatan harian masing-masing yang selama
hidupnya dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
6. Dilakukan mizan (penilaian timbangan) terhadap segala macam amalan setiap
orang, kecuali orang-orang masuk surga tanpa hisab.
7. Meniti shirat yang harus dilalui oleh keseluruhan yang ada di padang
Masyar itu. Meniti shirat yang kedua bagi mereka yang telah selamat meniti
shirat yang pertama.
8. Mana yang sudah bersih benar baru diidzinkan masuk syurga.
Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada anak-anak (yang tadinya
meninggal dunia selagi belum akil baligh) untuk memasuki surga. Tetapi mereka
memohon syafa�at (pertolongan) kepada Allah agar kiranya dapat masuk surga
bersama orang tua mereka. Memang mereka juga penuhi perintah Allah, untuk
datang mendekati pintu syurga, tapi masih belum mau memasukinya, sehingga
Allah Yang Maha Mengetahui bertanya lagi: "Mengapa Aku lihat anak-anak itu
masih saja belum masuk syurga? Masuklah kalian ke dalam syurga itu". Pada
saat itu mereka mengulangi permohonannya bagi orang tua mereka. "Kami belum
mau masuk, sebelum orang tua kami yang menjadi asal pokok kami, dan ibu-ibu
kami yang telah mengandung kami sembilan bulan dan kemudian membesarkan kami
masuk juga bersama kami".
Demikianlah mereka berhenti dekat pintu surga, menunggu keputusan Allah SWT
dengan penuh harapan.
Akhirnya putusan yang dinanti-nantikan itu datang dengan segera, dengan
firman Allah Yang Maha Mengetahui: "Masuklah kalian ke dalam surga bersama
orang tua kalian".
Penegasan ini oleh Allah kira-kira dimaksudkan untuk menampakkan betapa
besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh ridla qadla� dan
qadar Allah, sabar dan puji syukur kehadirat Nya.
Assalamualaikum w.b.t.
Sifat negetif dalam berpasangan ini adalah satu sifat yang cukup buruk.Kerana sifat ini akan memburukkan lagi sesuatu perhubungan itu. Antara sifat negetif ini antaranya ialah:-
1.Suka Buat Andaian Sendiri.
Adakah baik jika seseorang itu suka membuat andaian sendiri sebelum tahu perkara yang sebenarnya. Sedangkan dalam berpasangan ialah haruslah saling percaya dan mempercayai antara satu sama lain. Haruslah tahu dahulu perkara yang sebenarnya dan baru la buat andaian.Jika kita buat andaian selepas tahu perkara dan situasi yang sebenarnya,ianya sudah pasti akan menjadi lebih bersefahaman di antara satu sama lain.Dan jika tak ingin membantu pasangan kita itu, terus terang je la bagi mengelakkan satu-satu andaian itu berlaku. Sebagai contoh jika pasangan kita itu berbisness, jangan dikatakan yang pasangan kita itu asyik mengharapkan pada orang lain. Senang cakap, jika tidak kepada manusia, adakah kita perlu kepada binatang. renung2kan..
2.Suka Merendah-Rendahkan Punca Rezeki Pasangannya.
Jika sesuatu pekerjaan yang di lakukan oleh pasangan kita itu, janganlah kita merendah-rendahkannya kerana itu ialah salah satu punca rezekinya.Sebaliknya bagi lah semangat dan dorongan kepada pasangan kita itu supaya ianya boleh terus berjaya.Jikalau tak suka dengan pekerjaan pasangan kita itu, duduk diam-diam dan jangan banyak merungut selagi pasangan kita itu tidak melakukan kerja yang menyalahi undang-undang dan tak menyalahi hukum agama.
3.Tidak Ikhlas Dalam Membantu.
Jika kita melihat pasangan kita sedang dalam bermasalah, kita haruslah sama-sama membantu, jika tidak mahu membantu, jangan terus di bantu, dan jikalau membantu pun dan selepas itu membuat satu andaian bahawa pasangan kita itu hanya mengharapkan bantuan daripada orang lain dan hanya nak kikis duit kita. Bila membincangkan soal kikis ini adalah jika pasangan kita betul-betul seorang yang mengikis,sebagai contoh ialah bila pasangan kita meminta sikit bantuan dari segi kewangan dalam bentuk yang kecil, itu bukanlah sikap nak mengikis kerana jika ingin mengikis sesuatu harta pasangan itu ianya mesti lah dalam satu bentuk yang besar. Dan jikalau tidak mahu membantu tu, berteruslah pada pasangan, pasti pasangan akan lebih faham, dan jangan la selepas membantu itu membuat satu andaian bahawa pasangan kita itu seoarang yang mengikis. Dan jikalau ianya benar-benar ikhlas ingin membantu, ianya tidak sama sekali akan merungut dan membuat andaian seperti itu dan dia akan lebih menjaga sesuatu perhubungan itu supaya ianya terus kekal dan baik.Pasangan tidak akan meminta bantuan jika ianya tidak mempunyai masalah dan tidak terdesak, jika ia betul-betul dalam keadaan yang terdesak, barulah ia akan meminta bantuan daripada pasangannya.
4.Tiada Pendirian.
Sifat negetif ini juga ialah seseorang itu tiada pendirian. Contohnya dari segi apa yang di ucapkannya. Hari ini dia bercakap lain, dan esoknya ianya akan merubah menjadi sesuatu yang lain. Orang yang seperti ini ianya akan lebih mementingkan dirinya sahaja dan dia tak sedar apa yang di ucapkan itu adalah bercermin dan pantulan itu terkena balik kepada dirinya.Bercakap biar ada pendirian, jikalau tidak suka untuk mengambil tahu hal pasangan kita itu tak perlu la nak ambik tahu, dan jangan selepas daripada itu bercakap apa-apa pun perlu la di kongsi, sedangkan pasangan itu sudah pun memberi tahu bahawa ianya tidak mahu mengambil tahu hal pasangannya itu.
Kan ada baiknya jika apa-apa yang di ucapkan itu di pegang dan di teruskan tanpa ada sebarang perubahan. Kan itu lebih baik. Jikalau ianya bercakap yang sering berubah-rubah ianya akan membuatkan pasangan kita itu mentertawakan kepada kita kerana pasangan kita itu tidak matang.Dan lagi apa yang dia rasa dia boleh bergurau dia akan bergurau tetapi bila terkena balik kepada dirinya itu, dia sudah tidak boleh menerimanya.Dan ada baiknya jika sesuatu perkara itu tidak suka di buat main-main, janganlah bercakap ataupun bergurau, kerana ianya juga adalah satu sikap yang tak matang dan sifat negetif.
5.Sentiasa Apa Yang Dilakukan itu adalah sentiasa betul.
Sifat negetif ini lagi ialah orang yang seperti ini ianya akan merasakan bahawa dirinya itu betul sahaja sampaikan orang lain itu tak pernahnya betul, Dan bila kita menyatakan bahawa salah kepadanya, ianya tetap akan mempertahankannya. Dan dia tidak akan menerima pandangan dan pendapat daripada orang lain.
6.Bersifat Tertutup.
Orang yang bersifat negetif ini lagi ialah ianya lebih kepada bersikap tertutup, kerana bila percakapannya itu di bangkang, pasti ianya sudah tidak dapat menerimanya.Baginya semua orang harus mengikut di bawah telunjuknya dan semua orang harus mengiku apa yang di cakapkan itu. Dan dalam erti kata lain,ianya boleh di sama dengan sikap ego dan bodoh sombong. Apa salahnya kita bersikap lebih terbuka, dan terima sahaja cakap orang yang membangkang kita itu, ianya tak akan mengeruhkan lagi sesuatu hubungan itu.Dan bila ianya di bangkang, ianya akan terus bercakap dan mengomel sehingga orang lain sudah tidak melawan cakap-cakapnya itu lagi.
7.Sensitif Dan Kuat Merajuk.
Ianya akan menjadi sensitif dan kuat merajuk walaupun dalam hal-hal yang kecil.Ianya sama jugalah seperti perkara diatas, walaupun dalam hal yang kecil, ianya mudah menjadi sensitif.
8.Tidak Suka Merungut Dan Tidak Suka Berkongsi
Orang seperti ini dia tidak akan boleh menerima bila pasangannya itu meluahkan apa masalah kepadanya, sebaliknya ianya akan mengatakan bahawa pasangannya ini seorang yang kuat merungut, Sedangkan dalam berpasangan ini, kita haruslah mengambil berat dan mengambil tahu hal ehwal pasangan kita itu, barulah hubungan ini menjadi aman. Dan bila ianya merungut kepada pasangannya plak, ianya tidak akan sama sekali berasa yang dia tengah merungut kepada pasangannya itu. Sedangkan dia tak suka orang merungut kepadanya, tetapi bila dia merungut plak tak menjadi masalah. Dalam perhubungan jangan ada sifat pentingkan diri sendiri, dan jika kita benar-benar ikhlas menyayanginya, kita janganlah biarkan ianya berseorangan, sebalik bersama-sama lah dengan pasangan kita ini menghadapi setiap masalah dan ujian itu. Itu yang terbaik.
9.Suka Membuat Keputusan Yang Terburu-Buru.
Ianya akan lebih suka membuat sesuatu keputusan itu secara terburu-buru, sebagai contoh memutuskan sesuatu perhubungan. Dan selepas itu ianya akan menyatakan bahawa hatinya telah dilukai, sedangkan keputusan yang dibuatnya itu adalah dia sendiri yang buat. Jadi jangan lah menyalahkan orang lain plak diatas tindakan bodoh yang kita lakukan sendiri.Fikir-fikirkanlah
Jika kita ingin berpasangan, jangan lah ada sifat-sifat yang seperti itu, jikalau ada pun biarlah berpada-pada dan jangan lah terlalu melampau.Barulah kita akan bahagia sehingga keakhir hayat. Bersama-sama lah dengan pasangan kita dan jangan biarkan ianya menyelesaikan sesuatu masalah itu seorang diri. Dan jujur lah kepada pasangan kita, jika ianya benar-benar ingin membantu, bantulah tanpa membuat apa-apa andaian. Bantulah dengan ikhlas.
Masih ada lagi yang ingin di kongsikan di sini, tetapi masa telah membataskan untuk pihak admin terus menulis.Tunggulah sambungannya.
Artikel ini tiada kena mengena dengan sesiapa pun. Dan tidak perlu la terasa hati dan tidak perlu menyerang pihak admin jika anda terasa, bak kata pepatah, sapa yang makan cili, dialah akan merasa pedasnya. Pihak Admin hanya ingin berkongsikan sifat negetif ini kepada semua.
Tepuk Dada Tanya Iman.
Wsalam...
Waktu Solat
Followers
Demi Masa
Archives
Popular Posts
-
Rama-rama adalah seekor binatang yang cukup cantik dan senantiasa di puji oleh stiap orang yang melihatnya kelibatnya di depan mata. Malah ...
-
Menurut Hadits Qudsi: Allah SWT berfirman pada harui kiamat kepada anak-anak: "Masuklah kalian ke dalam surga!" Anak-anak itu b...
-
Di Antara Ajaran Ayah Pin: Tuhan adalah manusia Tidak perlu percaya kepada Rasulullah S.A.W. kerana Rasulullah adalah manusia dan kita bo...
-
Stress adalah keadaan jiwa yang paling populer di abad ini. Coba anda ingat-ingat kembali berapa banyak orang yang anda jumpai mengatakan b...
-
قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا (صحيح البخاري Sabda Rasulullah...
-
Belajar bagaimana jadi optimis dapat jadi sesuatu yang sangat sulit, khususnya bagi seseorang yang cenderung memandang segala sesuatu dengan...
-
Artikel ini memaparkan 5 langkah yang harus anda lakukan untuk memotivasi dan meningkatkan keyakinan diri khususnya tatkala anda dilanda per...
-
Berdasarkan kajian 'Norton Online Living Report' (NOLR) di Malaysia mengenai tabiat penggunaan internet di negara ini, remaja di neg...
-
Foto oleh wadem Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran ...
-
Assalamualaikum. Maaf kerana sudah terlalu lama tidak ada artikel yang baru di laman blog ini kerana admin terlalu sibuk dengan urusan ker...
My Blog List
-
-
Ya Rasululah ( SAW)10 years ago
-
Doa ketika anak sakit10 years ago
-
-
Southpaw (2015)10 years ago
-
-
UPDATE! WHITE ADDICTED!14 years ago
-
sendiri menyepi15 years ago
-
-
-
Hatiku milik siapa..15 years ago
-
ubah..berubah..15 years ago
-
-
-
-
Contributors
- lakaransakinah
- seseorang yang mempunyai minda 1% dimana hanya fokus pada satu dalam hidup iaitu berjaya dalam hidup di dunia dan di akhirat.. dimana blog ini baru sahaja dibuka atas rasa ingin berdakwah dan ingin berkongsi serba sedikit mengenai agama dan kehidupan semoga ianya menjadi pedoman pada semua termasuk diri saya sendiri.sesiapa sahaja boleh menjadi follower di blog ini dan jikalau ada sebarang yang ingin di kongsi boleh la emel kan kepada saya di lakaransakinah@yahoo.com.my .insyaallah setiap perkongsian yang anda beri kepada saya, saya akan paparkan di blog saya ni untuk menjadi pedoman pada semua.. aminn
Total Pageviews
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
World Globe
Berita Palestin
Categories
- 7tips motivasi
- Ahli Syurga
- Air Mata
- Ajaran Sesat
- Akhlak
- Alam Ghaib
- Amal
- Anak
- Anti Hadith
- Bahagia
- Bahaya
- Bangkit
- Benih
- Berkah
- Bersyukurlah
- Bimbingan
- Cinta
- cobaan
- Derita
- Dinaungi
- Ditindas
- Doa
- Dzikir
- Gembira
- Hakikat
- Harapan
- Hari Kiamat
- Harta
- Harta Dan Ilmu
- Hati
- Hijrah Rasulullah.
- Hikmah
- Ilmu Agama
- Iman
- isteri
- Jasad
- Kasih Sayang
- Keajaiban
- Kebahagiaan
- Keberkahan
- Kecintaan
- Kedamaian
- Kehidupan
- Kehilangan
- Keindahan
- Keinsafan
- Kejadian Manusia
- Kelembutan
- Keliru
- keluarga
- Kemakmuran
- Kemudahan
- Kepedihan
- Kesedihan
- ketenangan
- komitmen
- Last Article
- Maksiat
- Mengatasi Stress
- Mengharamkan
- Mengubati
- Mimpi Rasulullah
- minda
- Motivasi
- Muslim
- Negetif
- Nikmat
- Pahala
- Paku
- Pasangan
- Pemikiran
- perkahwinan
- Pertolongan
- Pesanan
- Positif
- Rahmat Dan Kemurkaan Nya
- renungan bersama
- Rindu
- Sejarah
- Selamat
- Senyuman
- Sepotong Kepala Ayam Untuk Ayah
- sifat
- solat
- syuhada
- Syurga
- Syurga Dan Neraka
- Tawakal
- Teladan
- Terbaik.
- Ujian
- Wanita
- Wasiat