Doa Sang Nabi saw Untuk Yang Sakit dan klarifikasi Peduli Palestina  

Posted by lakaransakinah in

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ لِلْمَرِيضِ بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا
( صحيح البخاري )

Dari Aisyah ra : Sungguh Nabi saw berdoa untuk yang sakit dengan ucapan : “Dengan Nama Allah, Demi Tanah Bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin Tuhan kami” (Shahih Bukhari)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Membuka cahaya keluhuran sepanjang waktu dan zaman, Yang Maha Menerbitkan kebahagiaan dan Maha Melimpahkan anugrah sepanjang waktu dan masa, dari generasi kegenerasi kehidupan berganti, kematian berganti, kehidupan berganti kematian, Sang Maha Ada terus ada dan melimpahkan anugrah dan tiada henti-hentinya dari zaman ke zaman melimpahkan rahmatnya dan kelembutan kepada pada hamba, dan menanti jiwa dan sanubari yang ingin mendekat kehadirat Yang Maha Dekat kepada hamba-hambanya lebih dari semua yang dekat.
Allah subhanahu wata'ala lebih dekat kepada kita dari pada semua yang dekat
Sungguh Allah subhanahu wata'ala itu lebih dekat kepada kita dari pada urat leher kita, dari pada nyawa kita, dari pada ruh kita, dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dimalam yang luhur ini aku dan kalian semoga berkumpul di dalam cahaya keluhuran dan terang benderang dengan keluhuran, pulang membawa keluhuran, di Limpahi oleh Yang Maha Luhur keluhuran di dunia dan akhirat, dan Yang Maha memiliki Keluhuran Dunia dan akhirat, Keluhuran jiwa dan sanubari, keluhuran perasaan, keluhuran pemikiran, keluhuran perbuatan, keluhuran pekerjaan, keluhuran rumah tangga, keluhuran masyarakat, keluhuran Kota, Wilayah dan Bangsa, amin Allahumma amin.
Wahai yang mendengar segenap munajad dan Do’a, Dialah Allah subhanahu wata'ala, yang aku dan kalian akan menghadapnya, datang waktu yang pasti aku dan kalian satu persatu dipanggil dengan namanya untuk menghadap, seraya berfirman :
“DAN SEMUA YG ADA DILANGIT DAN BUMI AKAN DATANG MENGHADAP ALLAH ARRAHMAN, SELAKU HAMBA (QS Maryam 93)
Limpahan puji kehadirat Allah yang telah menyampaikan kita ayat keluhuran ini, semua yang ada di alngit dan bumi, akan datang menghadap Nya swt sebagai hamba Nya.
Semua Kecuali pasti datang kepada Allah selaku hamba, Gunung-gunung berdatangan sebagai hamba, matahari datang sebagai hamba, bulan dan seluruh planet dan bintang-bintang yang selalu bergemuruh dengan Dzikir di alam kehidupan ini akan datang sebagai hamba seluruh malaikat datang sebagai hamba, Syetan dan Iblis datangan sebagai hamba, pepohonan, tetumbuhan dan hewan datang sebagai hamba, aku dan kalian datang sebagai hamba, di hadapan Arrahman kesemuanya adalah hamba, tiada yang lain selain hamba, dan selainnya adalah Sang Maha Pencipta yang Maha tunggal dan abadi, Allah.
Nama Yang Paling Berwibawa di jagat Raya semesta, Nama yang memecah segenap kemuliaan dunia dan akhirat, melimpahkannya terbuka dan terpecahkan segenap keluhurannya, sampai dan tumpah ruah kepada hambanya dari rahasia keluhuran Nama Nya lah tercipta jagat raya dari tiada, dari rahasia keluhuran Nama Nya, tercipta dunia dan akhirat dari keluhuran rahasia Nama Nya, aku dan kalian hidup dan pasti akan wafat, dan semoga dari rahasia keluhuran Nama Nya pula aku dan kalian di muliakan dunia dan akhirat, ya Allah.
Semua yang ada di langit dan bumi akan datang kepada Ku sebagai hamba,
“Dan Aku sudah mengetahui seluruh jumlah mereka”, (QS Maryam 94) dan Aku sudah menghitungnya dengan jumlah yang sempurna, perhitungan Ilahiyah Maha Mengetahui seluruh jumlah sel tubuh kita, Maha mengetahui berapa jumlah keturunan Adam hingga hari Kiamat, berapa jumlah butir debu yang ada di permukaan bumi, brapa jumlah planet yang ada di langit, berapa jumlah para malaikat, hewan dan tumbuhan, karna Dia lah Yang Menciptanya,
Sungguh Aku telah menghitung mereka semua makhluk-makhluk dengan perhitungan yang dengan sesungguhnya,
“Dan semua mereka akan datang kepada Ku (yaitu keturunan Adam), satu persatu sebagai hamba” (QS Maryam 95) datang hanya sendiri maju kehadapan Allah di saksikan oleh seluruh makhluk lainnya, fulan bin fulan maju kehadapan Allah, bumi yang kita injak menjadi saksi, tempat sujud kita menjadi saksi, tempat maksiat kita menjadi saksi, kesemuanya tidak ada yang tersembunyi, hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Sungguh mereka yang beriman dan beramal sholeh, semoga aku dan kalian hamba yang beriman dan beramal sholeh, selalu di muliakan Allah dengan beriman dan beramal sholeh, akan Allah jadikan untuk mereka Cinta (QS Maryam 96)
“Wuddaa” ini Kalimat Cinta kasih sayang terlembut dan terindah dari Allah subhanahu wata'ala Sang pemilik kalimat Cinta dan kasih sayang, Yang Maha menciptakan cinta, memunculkan cinta Nya, di saat hamba satu persatu datang maju kehadapan Nya, Allah berjanji keoada mereka yang beriman dan beramal sholeh, siapa mereka ? Para pengikut Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, siapa lagi kalau bukan pengikut Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka akan Allah jadikan untuk mereka Cinta, maksudnya Allah tunjukan Cinya Nya Allah kepada mereka saat itu, disaat detik-detik perjumpaan yang merupakan detik-detik penentukan di masa kehidupan kita dan setelah kita jumpa dengan Allah, ditentukan disaat perjumpaan itu.
Hadirin hadirat Yang di muliakan Alah,
Itu detik-detik yang menentukan kehidupan kita yang kekal.
Sayyidina Imam Hujjatun Islam wabarakatul ‘Anam Al Imam Umar bin Abdurrahman Al Attas shohibul Ratib, di riwayatkan ketika Sayyidina Imam Umar bin Abdurrahman Al Attas ini selesai dari shalat Tahajjudnya di tengah malam, dia membaca dzikir “Wuddaa…, terus dia mengulang-ulang kalimat itu, sampai adzan subuh dia mengulang satu kalimat itu,
cinta Mu kasih sayang Mu, cinta Mu kasih sayang Mu, Cinta Mu kasih Sayang Mu, demikianlah ucapan yang di lafadzkannya hingga terbitnya subuh dan dia menikmati dekatnya ucapan Cinta kepada Allah.
Saudara saudariku yang kumuliakan,
Lewati hari-hari terindah dalam kehidupan ini dengan menikmati ledzatnya Cinta Allah, Ledzatnya mencintai Allah yang dengan itu Allah mencintai kita, Allah subhanahu wata'ala telah disabdakan pada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Barang siapa yang mendekat pada Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta”Menunjukan Jika kita Cinta kepada Allah, allah lebih Cinta kepada kita.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Allah subhanahu wata'ala Maha mampu berbuat kepada hamba-hambanya, Allah subhanahu wata'ala Maha mampu pula memberikan kemuliaan, Allah juga Maha mampu memberikan kehinaan. Sebagaimana Allah berbuat kepada Ummad Nabiyallah Luth As, Nabiallah Luth As mempunya ummad yang beriman dan ada yang pendosa, dosanya adalah homo seksual dan Lesbian, pria dengan pria, wanita dengan wanita, mereka terus bercumbu demikian, dan Nabi Luth mengajak mereka untuk bertaubat, namun mereka tetap menolak, mereka tetap memilih dalam Homo seksualnya dan lesbiannya, Maka Allah subhanahu wata'ala murka dan memerintakan kepada Nabi Luth untuk menyingkir, pergilah engkau wahai Ludh dengan pengikut ummadmu yang beriman, limpahan Rahmat bagi mereka. Dalam waktu tiga hari mereka tidak lama Allah subhanahu wata'ala menjadikan tempat kaum Nabi Luth itu, yang bawahnya menjadi atasnya, yang atasnya menjadi bawahnya, diriwayatkan di dalam Tafsir Imam Ibn Katsir, Imam Khuturbi dan Imam Thobari dan imam lainnya
Allah menurunkan Jibril dan Jibril mengangkat tanah wilayah itu dan membalikannya, di angkat ke langit dan di lemparkan kembali kedalam bumi hingga terbalik, atasnya menjadi bawahnya, dan bawahnya menjadi atas, Hadirin hadirat itu yang dikenal dengan laut mati, kenapa? Karena Danau tapi asin, orang di situ berenang tidak bisa berenangpun tidak akan tenggelam, karena kalau sudah masuk di situ ngambang saja karna kadar garamnya sangat tinggi, Dan hadirin hadirat itu dinamai juga bahrul mayyit, atau The Dead Sea. makruh orang yang mendatangi laut mati itu kalau tanpa niat yang baik, atau tanpa niat yang Udzur yang Syar’i makruh, karna apa ? karna tempat yang pernah di landa kemurkaan Allah subhanahu wata'ala.
Hadirin haridat yang di muliakan Allah,
Tempatnya adalah di Negeri Jordan, dekat dengan perbatasan Israel, Nabi Luth di situ, Allah subhanahu wata'ala melimpahkan azabnya kepada mereka kaum Nabi luth, Nabi Luthnya selamatkan diri pergi ketempat yang jauh, hadirin hadirat demikian yang Allah perbuat pada mereka yang terus menolak untuk mendekat Kepada Nya, tidak di perbuat di dunia barang kali dalam kuburnya, tidak di dalam kubur barang kali di akhirat, tidak akan selamat seseorang di dalam dosa-dosa kecuali dua hal : di ampuni Allah atau mendapat pencucian dosa, keduanya Rahmatnya Allah, pencucian dosa adalah jauh lebih baik dari pada di biarkan wafat dalam kekufuran dan Suul Khatimah.
Hadirin hadirat, namun terbaik adalah pengampunan Nya maka memohonlah yang baik dari yang Maha Baik, karna Allah tidak mengecewakan hambanya yang berdo’a, sebagaimana dikatakan oleh Nabi Dzakaria As :
“Dan tiadalah aku menjadi hina dan celaka jika menyeru dan berdoa pada Mu” (QS Maryam 4)
Kalau aku berdo’a maka aku tidak akan terhinakan dan tidak akan terkecewakan, Aku pasti termuliakan kalau berdo’a, tidak akan di hina kalau seandainya aku berdo’a kepada Mu Wahai Allah, semoga kita selalu Allah jadikan kita para pendo’a, bukan para pendosa tapi para pendo’a yang banyak berdo’a kepada Allah subhanahu wata'ala.
Hadirin hadirat sampailah kita kepada Hadits Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, yang memberikan tuntunan dan kejelasan dari beberapa banyak makna yang bisa kita kupas dari Hadits ini,
Yaitu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, diriwayatkan oleh Sayyidatuna aisyah Ra Ummul Mu’minin, Bahwa ketika Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengobati salah seorang Sahabat yang sakit, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam, bacaan do’anya ini :
بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا
“Dengan Nama Allah subhanahu wata'ala, demi tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami disembuhkanlah yang sakit dari kami dengan izin Tuhan kami”
Di riwayatkan oleh Imam Nawawi Hujjatun islam wabarakatul anam, di dalam syarah nawawi ala shahih Muslim, bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dalam membaca do’a ini lalu setelah membacanya beliau menempelkan ibu jarinya ke lidah beliau lalu menempelkannya di Bumi dan di usapkan kepada yang sakit.
Hadirin berkata Hujjatun islam wabarakatul Anam Al Imam Nawawi Alaihi Rahmatullah, juga Al Imam Ibn Hajar Al 'Asqalan Alaihi Rahmatullah, bahwa tanah bumi adalah asal muasal manusia, demikian pula air liur, karna asal muasal manusia adalah dari tanah dan air, setiap benda yang ada di alam ini mengandung rahasia keagungan Ilahi, namun perbuatan ini, Hadits ini saya munculkan agar jangan sampai sebagian dari kita memahami bahwa hal seperti itu syirik, benda-benda bisa memberikan manfaat dengan izin Allah subhanahu wata'ala, dan itu di perbuat oleh Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Dan Allah subhanahu wata'ala menjadikan benda yang di sentuh para shalihin membawa keberkahan, dipakai berdo’a oleh para shalihin membawa keberkahan bukan bendanya tetapi sentuhannya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dikatakan oleh Al Imam Ibn Hajar Al 'Asqalani Alaihi rahmatullah, di dalam fathul bari bisyarah Shahih Bukhari bahwa sebagian pendapat mengatakan ini khusus untuk tanah Madinatul Munawarah, bukan untuk semua tanah di dunia namun pendapat yang lebih kuat kata beliau adalah semua tanah di dunia karena Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata “Biriiqati ba;dhina” yaitu juga berkata “Demi air liur sebagian dari kami”, tidak perlu banyak-banyak Cuma menempelkan di ibu jari di lidahnya dan menempelkannya di bumi, di usapkan kepada yang sakit ini salah satu cara pengobatan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Dan hal ini terbukti seecara kedokteran, Profesor Masaru Emoto, sudah terkenal bukunya, dia menemukan air itu jika orang berdzikir di hadapannya, berbicara dengan ucapan baik, ucapan yang mulia dan luhur air itu jika di lihat pada skala tertentu di mikroskop berubah menjadi indah bentuknya, jika di hadapannya orang yang marah dan mencaci maki, emosi dan lainnya di liat dari mikroskop dalam sekala tertentu bentuknya menjadi hitam dan buruk, Hadirin hadirat terbukti dalam kedokteran baru di temukan, hal ini sudah ada 14 abad yang silam di ketahui Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, semakin kita mengikuti sunnah semakin modern kita, semakin kita meninggalkan sunnah semakin kita di dalam ke kunoan atau keterbelakangan, semakin kita mengikuti sunnah semakin kita modern, inilah sunnah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Rasul sudah mengetahui air liur berubah dengan Dzikir,
Demikian lalu di sentuh air liurnya, lalu di tempelkan di bumi lalu di usapkan kepada yang sakit demikian, kalau mau di coba silahkan di coba, oh saya mencoba tapi tidak berhasil, tidak berhasil tetapi tidak mengingkari sunnah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, tidak berhasil ada didalam diri kita kekurangannya, namun tentunya dari pengobatan yang lain tidak ada salahnya kita mencoba pengobatan Sayyidina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Benda-benda yang di sentuh dengan Dzikir para Shalihin para Rasul dan para Nabi di muliakan Allah subhanahu wata'ala, oh berarti pusaka itu boleh ? oh itu tanda kutip, benda-benda pusaka apapun kalau bekas pegangan para orang yang tidak menyembah selain Allah, diganti malah jadi musibah, malah jadi bala, malah jadi jauh dari dan kesempitan dari kehidupan kita karna bekas sentuhan orang-orang yang tidak menymbah Allah, orang membunuh orang-orang muslimin barang kali, namun kalau bekas sentuhan para shalihin itu membawa keberkahan, jadi yang lebih jelas lagi dari hadits ini adalah Firman Allah subhanahu wata'ala, bahwa Allah subhanahu wata'ala berfirman :
Ketika salah seorang Bani israil di perintahkan oleh Allah subhanahu wata'ala, untuk mengangkat Thaluth sebagai Raja, memimpin peperangan melawan Raja Jaluut di masanya yang kemudian yang pemandunya Adalah Nabi Daud As,
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka orang-orang menolak “ngapain memakai si Thaluut ini sebagai pemimpin Raja kita, dia tidak punya harta, bukan bangsawan, bukan keturunan Raja, tidak punya banyak pengikut, ngapain di jadikan pemimpin” Maka Allah ceritakan kejadian ini pada Nabi Mauhammad shallallahu 'alaihi wasallam :
“Sungguh tanda tanda kepemimpinan Thaluut adalah datangnya peti, yang membawa ketenangan dari Tuhan kalian, yang berisi barang-barang peninggalan bekas-bekas pakaian yang di sentuh oleh keluarga Nabi Musa dan keluarga Nabi Harun, dibawa oleh para Malaikat, sungguh pada hal itu terdapat tanda tanda bagi kalian jika kalian beriman” (QS Al Baqarah 248)
Ingat dari Firman allah mengatakan :
“datang kepada mereka satu peti yang membawa ketenangan dari Tuhan mereka”
Kok peti bawa ketenangan? Inilah firman Allah jika kamu muslim maka akuilah ini adalah firman Allah :
sungguh pada hal itu terdapat tanda tanda bagi kalian jika kalian beriman”
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Allah berfirmana maka tanda kekuasaannya adalah di datangkan peti
Tanda-tanda kekuasaannya Thalut itu adalah datangnya peti yang padanya terdapat peninggalan-peninggalan, bukan peninggalan Nabi dan Rasul saja, karena disebut Aalu Musa dan Al Harun, yaitu Keluarga Nabi Musa dan Keluarga Nabi Harun As, Allah berfirman bahwa bukan barang peninggalan Musa dan Harun saja (tapi keluarganya), Kita lihat di tafsir, silahkan buka tafsir, Tafsir Imam Ibn Katsir, Tafsir Imam lainnya, semuanya menjelaskan apa isi peti itu, bekas bajunya Nabi Musa, bekas pakaiannya Nabi Musa, bekas sandalnya Nabi Harun bekas sandalnya keluarganya Nabi Musa dan Nabi harun, semuanya di dalam peti itu,
Diriwayatkan dalam tafsir Imam Attabari juga Tafsir Imam Ibn Katsir dan lainnya bahwa peti itu di curi oleh orang-orang yang memusuhi Nabi saat itu, di curi lalu di taruh di bawah patung sesembahan mereka, taruh ! besok paginya peti itu sudah berada di kepala patungnya, di pindahkan lagi di bawah patungnya, besoknya pindah lagi keatasnya, akhirnya di pendam tidak bisa lagi keluar petinya, esoknya patungnya sudah roboh, petinya muncul di atas bumi, dan sejak kejadian itu, siapapun yang menyentuhnya mati, selama dia bukan beriman kepada Allah subhanahu wata'ala, maka peti itu di bawa oleh para Malaikat, di bawakan kepada Thaluut dan kemudian dia memimpin Kerajaan.
Jelas sudah benda-benda sentuhan para Shalihin membawa keluhuran, ini firman Allah maka Imanilah jika kau muslim, namun tentunya tidak semua benda itu jangan sampai kita mengarah kepada kerusakan Tauhid, bukan bendanya yang mempunyai kemuliaan tapi yang menyentuhnya yang mulia dan Sang Maha Mulia yang Memuliakannya.
Seperti Hajar Aswad di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Berkata Sayyidina Umar bin Khatab Ra :
“kau Hajar Aswad adalah batu, tidak bisa membawa manfaat dan mudharat, kalau bukan karena Rasulullah yang menciummu aku tidak akan menciummu”
Hajar Aswad adalah batu tidak bisa membawa mudharat dan manfaat, tapi setelah di cium Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam…!, setelah di cium Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam..!!, maka orang berebutan menciumnya karena di sentuh oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat banyak riwayat lainnya, lebih dari 12 riwayat dalam Shahih Bukhari, di dalam Shahih Muslim lebih banyak lagi dan juga di dalam shahih lainnya bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam memperbolehkan Tabaruk yaitu mengambil Barakah dari sentuhan beliau, yaitu diantaranya saat kejadian di perjanjian hudaybiyah disaat itu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, di mata-matai pasukannya oleh Urwah Riwayat Shahih Bukhari, mereka saat itu berkata “aku melihat Perbuatan rakyat pada Kaisar Romawi, aku melihat perbuatan rakyat pada kaisar Persia, aku melihat perbuatan rakyat pada kaisar Najasi, tidak pernah aku melihat ta’dzim, kemuliaan yang di berikan rakyat kepada rajanya”, seperti kemuliaan yang diperbuat sahabat Muhammad kapada Nabi Muhammad Saw, tidaklah beliau memerintah kecuali para sahabat berdesakan untuk segera menjalankan perintah beliau, tidaklah beliau berwudhu kecuali mereka berdesakan berebutan, mengambil air bekas wudhunya Rasul tidak melarang, Rasul tidak mengatakan syirik, Rasul tidak mengatakan Kultus.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Bahkan di riwayatkan pula di dalam Shahih Bukhari, ketika Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berwudhu, lantas beliau berkumur, beda keringat Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam itu sangat wangi demikian pula air liurnya beliau berkumur dan berwudhu, lalu berkata para sahabat, minumlah begitu seorang sahabat datang mendekat kepada beliau, Rasul berkata “minumlah ini” demikian Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan Tabaruk, yaitu mengambil barokah dari bekas-bekas para Shalihin dan Beliaulah Imam para shalihin Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Anas bin Malik Ra, menyimpan beberapa helai rambutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan jika ia akan wafat ia wasiat di masukkan ke kafanku ini nanti potongan-potongan rambutnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, masukkan kedalam kain kafanku di dalam rambutku disaat aku dimakamkan apakah itu Syirik ? ini perbuatan sahabah diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ini perbuatan Anas bin Malik Ra, Anak Angkatnya Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang di besarkan Oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Dari mulai kecilnya sayyidina Anas bin Malik Ra.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Ibundanya sayyidina Anas sendiri yaitu ummu Sulaim Ra, diriwayatkan didalam Shahih Muslim ketika Rasullullah sedang tidur maka ibundanya ini sudah lanjut usia ummu Sulaim Ra melihat Rasulullah itu keringatnya menetes karena panas, maka ia mengambil bejana kecil atau mangkok kecil menadahi keringat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, yang sangat wangi, sebagaimana Riwayat Shahih Bukhari : “Tidak pernah kami temukan kata Sayyidina Anas bin malik minyak wangi yang lebih wangi dari keringatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ketika Rasul saw tidur dirumah Ibud anas, yaitu Ummu Sulaim, maka Rasul saw berkeringat, maka ia (ummu sulaim ra) menadahi keringat itu, maka bangun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : “apa yang engkau perbuat Ummu Sulaim? berkata Ummu Sulaim kami hanya mengambilnya untuk berkah untuk anak-anak kami yaa Rasulullah, Rasul saw berkata sudah kau dapatkan, (Shahih Muslim), Rasul saw tidak mengatakan syirik ataupun kultus.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
demikian penjelasan sekilas tentang hadits ini, hadirin hadirat yang di muliakan Allah, kita memahami rahasia keluhuran di munculkan oleh Allah subhanahu wata'ala, dengan bekas-bekas para Nabi dan Rasul diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa ketika sayyidina Rasul shallallahu 'alaihi wasallam telah wafat salah seorang sahabat memunculkan sehelai rambut yang kemerah-merahan, Sahabat lainnya berkata “Rambut siapa itu?” ia berkata : ini sehelai rambutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka sahabat lainnya berkata : ”bagiku sehelai rambutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih mulia dari dunia dan segala isinya”, demikian para sahabat Rasul.
Hadirin hadirat maka tentunya kita mengikuti ajaran guru-guru kita yang bersambung sanadnya kepada imam-imam kita yang bersambung sanadnya kepada para sahabat Nabi kita, dari Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan yang membawa ajaran Al Qur’an nulkarim.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
jangan sampai kita terjebak pada memvonis orang-orang muslim sebagai musyrik, karna mengambil barokah dari para Shalihin hal itu di ajarkan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, namun tidak di kenal lagi di akhir zaman karna sedikitnya ulama, makin hari makin sedikit ulama, sabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam :
Allah subhanahu wata'ala tidak mencabut ilmu itu mencabutnya dari hati sanubari tapi dengan wafatnya para ulama mulai sirnalah ilmu, hadirin hadirat sampai Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata : “tidak lagi satu wilayah tersisa ulama sampai habis ulamanya, maka mereka mengambil orang-orang bodoh sebagai para ulama maka mereka di Tanya, mereka berfatwa tanpa ilmu. maka mereka sesat dan menyesatkan, zaman sekarang sunnah dibilang bid’ah, bid’ah dibilang sunnah, para ulama di bilang dukun, dukun dibilang ulama, dukun dibilang wali, wali dibilang dukun.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah ,
inilah keadaan akhir zaman, namun semoga Allah swt memperbaiki aqidah saudara saudari kita , dan memuliakan barat dan timur dengan kebangkitan generasi ulama.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
demikian indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan hal yang dipertanyakan kepada saya tentang ajakan pada majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk berdoa bagi saudara saudari kita yang tertimpa musibah di palestina, tentunya hal ini hal yang baik dan hal yang luhur mendoakan saudara saudari kita muslimin muslimat disana, namun perlu kita sadari bahwa yang lebih perlu kita perdulikan adalah yang lebih dekat kepada kita, kita kadang teringat pada yang jauh yang sampai ujung-ujung negri kita ingat, kita ribut, kita menyeru-nyerukan dan mengeluh-ngeluhkan untuk mendoakannya, lupa ayah ibunya sendiri belum shalat 5 waktu, istri atau suaminya masih melakukan hal-hal yang haram, anaknya masih terjebak narkotika, tetangganya masih minum minuman keras temannya masih terjebak perzinahan, hadiri hadirat yang didepan matanya itu ngapain yang jauh jauh disana, doakan keluargamu dan seuru mereka kepada keluhuran, doakan tetangga kita dan sahabat kita dan kerabat kita, siapa yang mau mendoakannya? apakah palestina didoakan barat dan timur dan kita meninggalkan saudara dan kerabat kita, tentu kita mendoakan palestina tapi juga lebih mendoakan kerabat dan sahabat kita dan wilayah kita dan kota kita dan bangsa kita , kita doakan.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
hadirin kalau seandainya bukan kita yang membenahi maka siapa yang membenahi, kita tunggu orang palestina membenahi saudara kita, tentunya kita yang benahi teman dan kerabat kita, ayah bunda kita, anak-anak kita benahi dengan lembut dengan baik, ajak orang-orang minuman keras untuk bertaubat, hadir majelis dzikir yang terjebak dalam perzinahan, perjudian ajak ke majelis dzikir, hadirin hadirat jadikan mudah saja, wah ini tempat narkotika ini mesti dihancurkan, kalau seandainya tidak ada yang membeli narkotika tidak ada yang jual lagi, diskotik tempat mabuk mabukan , kalau tidak ada yang masuk kesitu akan tutup sendiri , minuman keras tidak akan ada yang jual kalau tidak ada yang beli.
Hadirin hadirat jadi bikin mudah saja, ga usah di bikin susah-susah, kita ajak orang untuk menghindari narkotika, menghindari perzinahan, kositusi untuk sendiri kalau tidak ada yang memakainya, demikian obat obatan, demikian minuman keras, demikian yang lainnya, maka benahilah dengan cara yang tebaik yaitu mengikuti tuntuna Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, benahi wilayah kita, saudara kita yang mendengar di sini, yang mendengar diwebsite streaming diwilayah wilayah dan negri lainnya, benahi wilayah kalian masing masing dulu, semampunya jika tidak mampu maka doakan, kalau palestina kita doakan tentunya tapi juga lebih penting kerabat dan saudara kita jangan kita lupakan.
Hadiri hadirat yang di muliakan Allah, demikian indahnya jiwa-jiwa yang mengerti tentang rahasia keluhuran iman, mereka lebih mengingat yang dekat daripada yang jauh, namun tidak melupakan yang jauh sejauh apapun di doakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan kita slalu mendoakannya muslimin muslimat, mu’minin mu’minat dibarat dan timur semoga di beri umur panjang yang belum menyembah Allah subhanahu wata'ala semoga diberi hidayah untuk menyembah Allah subhanahu wata'ala.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah subhanahu wata'ala Sang Maha indah terus menanti doa-doa dan munajat kita, menanti kita mendekat kepada Nya, menanti dan siap memberikan pengampunan ketika kita memohon Nya, oleh sebab itu para salafuh salihin, para ulama minal akrabin asyik dengan Rabbul’alamin subhanahu wata'ala, berkata Sayyidina syeck Ibrahim al Khawwas alaihi Rahmatullah didalam ihya’ulumudin dijelaskan ia berkata beliau memegang dadanya, syech Ibrahim al Khawwas berkata alangkah desaknya dan beratnya kerinduan yang menindihi jantungku dan dada ku ini dengan rindu kepada yang slalu melihatku namun aku tidak melihat Nya, demikian ucapan sayyidina Ibrahim al Khawwas alaihi Rahmatullah, dan di jelaskan pula didalam ihya’ulmudin ketika Nabiallah Yunus As , luapan cintanya kepada Allah seraya berkata didalam salah satu ucapannya kalau seandainya antara aku dan Engkau wahai Allah dipisahkan oleh lautan api yang demikian dahsyat niscaya ku dalami dan ku sebrangi karna rinduku kepada Mu wahai Allah, demikian ucapan seorang Nabi yaitu Nabiallah Yunus, lebih lebih lagi Nabi yang paling merindukan Allah Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam barang siapa yang rindu berjumpa dengan Allah, Allah rindu berjumpa dengannya, Sayyidina Daud Atho’i alaihi Rahmatullah menjelaskan di dalam jannatul aulia seraya berkata sungguh kerinduan ku kepadamu wahai Allah telah membuat tidak terasanya segala yang lezat dan aku di dalam penjara Mu wahai Allah yaitu dunia belum berjumpa dengan Allah itu mereka merasa terpenjara. dan aku berada di dalam penjaramu wahai aku ini dalam penjaramu Wahai Allah, wahai yang Maha Dermawan masih terus memanggil-manggil Mu untuk slalu diberi keluhuran dan kemuliaan cinta.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Hal-hal seperti ini semoga menjadi cahaya kesejukan bagi kita, menambahi kita cinta kepada Allah subhanahu wata'ala dan rindu kepada Allah subhanahu wata'ala sebagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam orang yang paling rindu kepada Allah swt, tidak berani minta kepada Allah subhanahu wata'ala jumpa beda dengan Nabi musa meminta dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam mau tapi Beliau shallallahu 'alaihi wasallam diam tapi Allah yang mengundangnya, beliau datang menghadap pada Allah, Allah yang memanggil sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di malam isra wal mi’raj.
Hadirin hadirat semoga Allah memuliakan ku dan kalian dalam rahasia keluhuran dunia dan akhirat, dan semoga Allah subhanahu wata'ala membenahi kita, membenahi saudar saudari kita, membenahi kerabat kita, membenahi semua keluarga kita, tetangga kita, masyarakat kita, bangsa kita, pemimpin kita dan seluruh muslimin dan muslimat dan juga yang di palestina semoga Allah swt menjauhkan mereka dari musibah namun kita jangan lupa ingatlah yang di palestina, mereka barang kali stiap hari barang kali ada yang terbunuh, tapi saat itu mereka terbunuh dengan syahid, kalau kita disini tiap hari ada yang mati su”ul khatimah masuk kedalam api neraka jauh lebih berhak di fikirkan, saudara kita, teman teman kerabat kita, barangkali hari-harinya wafat dalam su’ul khotimah di dalam kehinaan di dalam neraka yang kekal lebih berhak di seru dan di doakan, kita bermunajat kepada Allah, mengatasnamakan nama kita dan sisa usia kita agar dilimpahi keberkahan, kemuliaan dan keluhuran oleh Allah subhanahu wata'ala dan agar Allah juga menghapus kan seluruh dosa kita yang telah lalu.
Rabbiy kami mohon pada Mu, Wahai yang Mha luhur, Wahai yang Maha melimpahkan cahaya keluhuran pada perasaan dan jiwa, kami memanggil Nama Mu Wahai samudra keluhuran, wahai samudra cahaya keindahan, wahai samudra kesejukkan, wahai samudra ketenangan, wahai samudra kebahagiaan, wahai samudra keluhuran yang tiada pernah berhenti berlimpah kepada hamba Nya dari zaman ke zaman dunia dan akhirah.


Ayat Yang Paling Menggembirakan Rasulullah s.a.w  

Posted by lakaransakinah in

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ سُورَةٌ لَهِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْه الشَّمْسُ ثُمَّ قَرَأَ : إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ، وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ، وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ، نَصْرًا عَزِيزًا
( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw:
“Sungguh telah turun padaku malam ini surat yang ia lebih kusenangi dan menggembirakanku lebih dari terbitnya matahari’, lalu beliau saw membacakannya : “SUNGGUH KAMI TELAH MEMBUKAKAN UNTUKMU KESUKSESAN YANG GEMILANG, AGAR DIAMPUNI OLEH ALLAH DOSA-DOSAMU YANG TERDAHULU DAN YANG AKAN DATANG, DAN DIA (ALLAH) MENYEMPURNAKAN NIKMATNYA PADAMU, DAN MENUNJUKIMU KE JALAN YANG BENAR, DAN ALLAH AKAN MENOLONGMU DENGAN PERTOLONGAN YANG DAHSYAT” (QS Al fath 1-3) (Shahih Bukhari)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala, Maha Pencipta Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Cahaya Anugrah Allah yang terbesar dari seluruh Anugerah Ilahi, yang menuntun sedemikian banyak hamba-hambanya menuju kebahagiaan, kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, yang tidak akan tercapai kecuali melewati Sang Penuntun kepada kebahagiaan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, di utus Allah untuk menuntun hamba-hamba Allah menuju keluhuran, menuju kebahagiaan, menuju kemudahan, menuju kesucian, menuju khusyuk, menuju Cinta Allah, menuju rindu Allah, agar mereka di terangi cahaya kerinduan Allah, di terangi cahaya kasih sayang Ilahi, di terangi cahaya pengampunan, di terangi cahaya keluhuran, di terangi cahaya kemudahan, semua itu terbit didalam kebangkitan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, semua itu di kumpulkan Allah pada sosok Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا وَأَحْسَنَهُ خَلْقً
“sungguh Rasulullah saw Seindah indah manusia wahjahnya dan akhlaknya, akhlak yang terluhur mengungguli segenap akhlak” (Shahih Bukhari)
maka terangkatlah derajat para Aulia, wal Muqarabin (orang orang yg dekat dan dicintai Allah), wal Shiddiqin (orang orang yg jujur dan bersungguh sungguh dalam berbakti pada Allah), wa Syuhada wa Shalihin (orang orang yg shalih), menuju tangga-tangga keluhuran, tangga kemuliaaan, tangga kedekatan kehadirat Allah, tidak lain mereka capai kecuali mengikuti Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sampai mereka kederajat para Mahmubin.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah (wahai Muhammad saw) jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammadvsaw), kalian akan sampai kepada cinta Allah, dan Allah ampuni dosa-dosa kalian dan Allah swt itu Maha Mengampuni dan berkasih sayang” (QS Al Imran 31 )
Cinta Allah berpijar pada gerak gerik dan tuntunan dan kalimat Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka beruntunglah dan tiada yang lebih beruntung dari para pecinta Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ،
Allah Berfirman : “Sungguh mereka-mereka yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah…, lalu ia beristiqamah, maka turunlah untuk mereka para malaikat untuk menenangkan mereka, jangan kalian taku dan jangan pula risau, sungguh kabar gembira bagi kalian bahwa kalian akan masuk sorga yg telah dijanjikan pada kalian QS Al Fusshilat 30)”
Aku dan kalian, ayat ini ketika ditanyakan kepada Sayyidina Abu Bakar bin Siddiq Ra, dijelaskan didalam Tafsir Imam Ibn Katsir dan lainnya, ketika ditanya ayat ini kepada Sayyidina Abu Bakar bin Siddiq Ra, siapakah yang dikatakan
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ
berkata Sayyidina Abu Bakar bin Siddiq Ra : “semua muslimin Ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang tidak menyembah selain Allah, yang Tuhannya hanya Allah, mereka termasuk didalam kelompok mereka yang berkata bahwa Tuhan kami adalah Allah.” 
Lalu mereka berusaha untuk beristiqamah, Istiqamah adalah ringkasnya menjalankan apa-apa yang diperintahkan Allah semampunya dan menjauhi larangan Allah semampunya dan mempertahankannya. Namun di jelaskan oleh para Muhaditsin, bahwa usaha menuju Istiqamah adalah sudah mencapai derajat Istiqamah dan orang yang mengulang-ulang ayat ini dalam hidupnya maka ia termasuk dalam kelompok ahlul Istiqamah.
Lalu kalimat selanjutnya pada ayat itu : Allah turunkan untuk mereka para Malaikat.. menjaga mereka di masjid- masjid, majelis ta’lim, majelis Dzikir dalam ibadah mereka, di dalam khusyuk mereka, di dalam do’a mereka, malaikat mengaminkan mereka, turun malaikat untuk mengerubuni para mu’minin hingga menjauhlah para setan dan para jin, dan tiadalah yang lebih di takuti oleh setan, para Jin, dan Iblis melebihi hati yang berdzikir. Ketika hati sedang ingat Allah, itulah yang paling ditakuti oleh Syaitan, itu yang paling di takuti oleh Jin yang jahat, itu yang paling di takuti oleh Iblis, jika hati sedang mengingat Allah, cahaya berpijar membakar dan membunuh mereka.
Oleh sebab itu hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, para Setan berusaha agar keturunan Adam menjauh dari Dzikir, menjauh dari menyebut nama Allah, menjauh dari mengingat Allah, hingga mereka bebas menggoda, tapi kalau sudah jiwa mulai berdzikir mengingat Allah mereka berpencar dan lari menjauh, itulah kelemahan Syetan dan Iblis, dan itulah kekuatan terkuat dari seluruh angkasa raya Jagat ini.
Kekuatan terbesar di langit dan Bumi untuk Makhluk adalah dzikrullah, jika mereka mengingat Allah disaat itu Allah bersama mereka, maka siapa lagi yang bisa mengalahkannya dari alam semesta ini jika Allah sedang bersamanya, tentunya bukan bersama dengan dzat Nya tetapi bersama dengan sayang dan cinta Nya, kalau seseorang sedang di lihat Allah dalam keadaan cinta, siapa pula yang bisa menyentuhnya, makhluk ghaib dan makhluk yang dhohir tidak satupun bisa berbuat apapun kecuali kehendak Dzat Nya.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Namun sebagian besar para mufatsirin menjelaskan makna kalimat itu adalah turunnya para malaikat itu turun sangat banyak saat mereka akan wafat, makin di penuhi dan di kunjungi para malaikat, untuk menenangkan mereka adalah firman Nya yg disampaikan malaikat malaikat pada mereka jangan kalian takut, jangan risau, kau akan wafat dalam keluhuran, kau akan wafat dalam kemuliaan, jangan takut keturunan keturunanku, jangan takut berpisah dengan keluargamu, mereka akan di jaga Allah
kabar gembira untukmu adalah Surga, demikian orang-orang yang akan wafat dari para Shalihin ditenangkan Allah sebelum berpindah kealam barzakh
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
“Kamilah yang berjanji menjadi pemimpin kalian dan pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, (Allah yang selalu melindunginnya), dan bagi kalian kelak apa-apa yang kalian inginkan dan bagi kalian apa-apa yang telah dijanjikan” (QS AL Fushilat 31).
Sebagaimana Firman Allah, di dalam Surat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,
“Allah itu adalah pengaman, pelindung dan pemelihara orang-orang yang beriman dilindungi” , dan di sayangi, dan di Rahmati, dan di ampuni, dan di muliakan oleh Allah, sampai ia wafatpun kasih sayang Allah terus melindungi mereka, pengampunan Allah akan sampai kepada mereka, Ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, pengikut Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Pecinta Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, merekalah orang yang paling bercahaya kelak di yaummil qiyamah, merekalah orang yang paling beruntung di yaummil qiyamah, merekalah orang yang paling gembira di hari kiamat, orang tuanya mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
hadirin hadirat yang di muliakan Allah, bagaimana Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berakhlak yang mulia dan agung ini tentunya dengan kehendak Allah subhanahu wata'ala ,
Sungguh mereka yang berkata Tuhan kami adalah Allah…
Wahai Allah jadikan kami orang yang selalu menyebut Nama Mu Allahu Allah, Allah banggakan orang yang menyebut Nama Allah Allah, bahkan Allah selalu sampaikan pada Sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الْأَرْضِ اللَّهُ اللَّهُ
demikian riwayat Shahih Muslim
Tidak akan datang hari Kiamat hingga tak ada lagi dimuka bumi yang menyebut nama Allah,,, Allah.. , bukan tahun 2012, bukan ramalan orang-orang yang tidak menyembah Allah, namun hari kiamat akan datang jika di Bumi tidak ada lagi yang menyebut Nama Allah, itulah tanda hari kiamat yang pasti datang, jika Bumi masih ramai dengan Dzikir Jalallah (dzikir jalalah adalah dzikir Yaa Allah Yaa Allah), oleh sebab itu para ulama dan para Mujadid Akhir zaman Makmurkan Dzikir Ya Allah Ya Allah, karna sudah akhir zaman semakin dekat maka semakin dekatlah akhir zaman namun akan semakin mundur dan memuai usia dunia ini, selama gemuru Nama Allah masih di gemuruhkan di muka bumi.
Bayangkan Kehancuran alam semesta, jagat raya yang demikian luas di hancur leburkan oleh Allah subhanahu wata'ala, dengan kehendak Nya, dengan Kewibawaan Nya, dengan Keagungan Nya, dengan kehendak dan Kekuatan Nya, masih Allah tahan hanya karena seorang menyebut nama Allahu Allah. Jiwa satu orang ummat Muhammad menyebut Nama Allah tertahan dari bencana Kiamat.
Hadirin hadirat, jangan dengarkan ramalan, ramalan mama ini, mama itu, 2012 planet beradu, ramaikan nama Allah Allah maka usia alam ini akan berlanjut, janji Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam…!!
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Inilah dasyatnya jiwa yang berdzikir, satu jiwa yang berdzikir menahan musibah yang terbesar di alam semesta, apalagi musibah gunung meletus, musibah meteor, musibah banjir, kalau sudah jiwa mulai bangkit berdzikir sirna semua musibah, alam ini akan sirna dari musibah, namun semakin sedikit musibah yang terus mendesak dan banyak, maka Allah yang Maha Pengampun melihat hambanya terus berdosa tapi tidak mau istighfar dan bertaubat maka turunkan musibah, supaya terhapus dosanya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan di dalam riwayat yang Sighah (riwayat yg kuat) salah seorang ulama bermimpi melihat Allah akan menurunkan bala yang besar di kota Baghdad, karena di malam itu tercatat lebih dari 40 perzinahan terjadi dimalam itu di Kota Baghdad maka ia bangun dari tidurnya dan segera mengumpulkan murid-muridnya berdzikir ya Allah ya Allah ya Allah. Musibah tidak jadi turun, karena ia teringat hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tsb, bahwa Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Hadits Qudsiy “ Hampir saja Ku turunkan bala pada suatu kaum karena dosa-dosannya, maka Aku lihat mereka meramaikan dzikir, maka kujauhkan dan kusingkirkan bala dan musibah dari mereka.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga kita termasuk orang yang selalu memperbanyak menyebut Nama Allah yang dengan itu hati kita pula terus memanggil nama Nya
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ،
Orang-orang yang menyebut Tuhan kami Adalah Allah lalu berusaha untuk mencapai Istiqamah maka diturunkan untuk mereka para malaikat-malaikat pelindung, agar mereka jangan risau di dunia dan di akhirat, di beri kabar gembira sebelum mereka wafat bahwa mereka akan masuk surga yang telah dijanjikan pada mereka”
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
“Kamilah yang berjanji menjadi pemimpin kalian dan pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat, (Allah yang selalu melindunginnya), dan bagi kalian kelak apa-apa yang kalian inginkan dan bagi kalian apa-apa yang telah dijanjikan” (QS AL Fushilat 31).
Akulah kata Allah yang akan melindungimu di dalam kehidupan dunia dan kehidupan di akhirat, dan di akhirat kelak apapun yang kalian kehendaki akan di beri oleh Allah, sebagian ulama berkata di dunia juga apapun yang mereka khendaki akan di beri oleh Allah tuk para Shalihin dan aulia Nya, karna Allah sudah berjanji di dalam Hadits Qudsiy riwayat Shahih Bukhari
“Jika ia minta kepadaKu Ku beri permintaannya, Dan jika ia berlindung kepada Ku Aku lindungi” 
menunjukan bahwa keinginan mereka sudah banyak sekali di qabul dan di jamin Oleh Allah, di Qabulkan di dunia, lebih lebih lagi di akhirat.
Kalau di zaman Nabiallah sulaiman As, salah seorang ummatnya bisa mendatangkan singgasana Ratu Balgis dalam sekejap di hadapan Raja Sulaiman sebelum ia mengedipkan matanya di dalam Firman Allah di surat Annaml pada ayat 38,39 dan 40, Bahwa Allah subhanahu wata'ala menceritakan kejadian itu
“maka berkatalah seorang yang luas ilmunya akan kitabullah, Aku akan datangkan kepadamu singgasana itu sebelum kau mengedipkan matamu wahai Sulaiman, Dalam sekejap singgasana itu muncul dari dalam bumi, 
dari Yaman di bawa ke Palestina di Masjidil Aqsho, di dekat situlah istanah singgasana Nabi Sulaiman As dan dalam waktu sekejap mata sudah ada didepan matanya”
Kalau ummat Nabi Sulaiman sudah bisa begitu, lebih-lebih lagi Ummat Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, bukan dengan kekuatan Jin tentunya, karna Allah Berfirman dalam ayat itu :
قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ.....
Seseorang yang punya ilmu, pemahaman dari kitabullah subhanahu wata'ala, bukan Ilmu Kebathinan, bukan ilmu untuk memanggil kekuatan Jin, karna kekuatan Jin kalah dengan orang ini, karna sebelumnya Jin sudah berkata : Wahai Sulaiman, aku datangkan singgasana Ratu Balqis kehadapanmu sebelum kau berdiri dari kursimu, 
maka berkata pula seorang yg berilmu dari kitabullah swt itu : “Wahai Sulaiman Aku mampu mendatangkannya sebelum Kau kedipkan matamu”
Dalam sekejap sudah sampai singgasana Ratu Balqis itu di pindahkan menuju kerajaan Nabi Sulaiman, bukan duduk di singgasana itu, ia datang dari Yaman perjalanannya bertamu untuk mnyerahkan diri, berkatalah Nabi Sulaiman (pada QS Annaml 38) berkata “Siapa yang bisa membawa singgasana Ratu Balgis sebelum mereka datang untuk menyerahkan diri padaku.
Sebab awalnya Salah seekor burung yang menjadi pengikut Nabi Sulaiman, Mencari-cari wilayah-wilayah yang menyembah selain Allah, menyembah berhala, membawa laporan, di Yaman ada kaya raya di pimpin seorang wanita yaitu Ratu Balqis, Ratu wanita itu kerajaannya luas dan besar, Nabi Sulaiman punya firasat bahwa di yaman mesti ditundukkan sebelum terbitnya Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka kerajaan Ratu Balqis harus di tundukkan.
Maka berkatalah Nabi sulaiman, “kirimkan surat untuknya” inilah surat dari Sulaiman : Bismillahirrahmanirrahim, maka ia tunduk kepadaku,
maka Ratu Balqis didalam surat Annaml menjelaskan kepada para pengikutnya Allah menceritakan, Ratu Balgis berkata “jangan kita perang dengan kerajaaan ini, biasannya kalau perang kerajaan satu dari kerajaan lainnya, pasti yang kalah akan dihinakan dan yang mulia akan dijadikan orang-orang yang terhina harta akan dirampas sudah, ya sudah lebih baik kita kirimi hadiah saja kepada Raja sulaiman As”, Raja Sulaiman yaitu Nabi Sulaiman As bin Nabiallah Daud As.
Maka Nabi sulaiman menerima hadiah, Nabi sulaiman berkata “kamu membawakan hadiah ini, kalian kira kami gembira dengan hadiah ini, hadiah ini tiada berarti bagiku” kembali katakana kepadanya,” jika ia tidak menyerahkan kerajaan Yaman maka aku akan datang dengan pasukan yang mereka tidak mampu menolaknya” dengan pasukan dasyat, pasukan manusia, Jin, hewan, angin dan seluruh kekuatan Allah yang di berikan kepada Nabi Sulaiman As, dengan tentara yang belum pernah mereka lihat, maka Nabi Sulaiman berkata “Ayo coba siapa yang bisa datangkan singgasana Ratu Balqis kesini sebelum dia sampai disini”, singasananya didatangkan dalam sekejap mata, tidak lama Ratu Balqis datang, maka berkata Nabi Sulaiman,“inikah singgasanamu ?” tampaknya iya betul ini singgasanaku kata Ratu Balqis, “ini Singasanamu, sudah kubawa duluan kesini karna kau akan tinggal disini” kata Nabi Sulaiman tidak balik lagi kenegrimu Yaman sana, tinggal disini.
Maka Ratu Balqis memasuki istanah Sulaiman, ia menyingkapkan pakaiannya sedikit karna melihat dia harus berjalan diatas air, Maka Nabiallah berkata bahwa itu adalah Marmer yang bening, yang belum pernah dilihat dimasa itu, dipikir air, makanya ia menyingkapkan pakaiannya sebetis sedikit, dikira akan menceburkan kakinya di air padahal itu adalah marmer yang sangat indah, sangat bening bagaikan air Maka ia berkata, Aku beriman kepada Tuhannya Sulaiman, maka Sulaiman aku beriman kepada Allah bersama Nabi Sulaiman As. (Rujuk QS Annaml 20 s/d 44)
Hadirin Hadirat, Demikianlah rahasia kemuliaan dari zaman kezaman, bagi mereka yang mengatakan Rabbunallah, tunduk semua kekuatan, tunduk semua kekuasaan, tunduk semua kemuliaaan dibawah keagungan Nama Allah, Lantas mereka beristiqamah turun para Malaikat membantu mereka dalam kesibukannya, Kamilah yang melindungi dan menjaga kalian di dunia dan di akhirah dan bagi kalian apa yang kalian inginkan dan apa yang dijanjikan bagi kalian, Itukah hati yang agung dari Sang Maha Pengampun, Maha Berkasih sayang,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Adakah orang yang lebih indah ucapannya selain orang yang mengajak untuk dekat kepada Allah?Dan mengajak orang-orang untuk beramal Saleh dan Dia mengatakan Sungguh aku adalah Muslimin (QS Al Fusshilat 34) Ummat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat ajaklah orang agar dekat kepada Allah dengan ucapan, dengan sms, dengan surat, dengan email, dengan telpon, teruslah ajak mereka untuk temuliakan dengan ibadah, terjauhkan dari maksiat dan kemungkaran, karna dengan itu kau termasuk kedalam orang yang difirmankan Allah, bahwa tiada yang lebih mulia dari mereka.
Siapakah? Adakah ucapan yang lebih indah dari orang yang mengajak kepada Allah, untuk dekat kepada Allah dan beramal saleh.
Namun caranya diajari oleh Allah :
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
Tidak sama pahala dengan dosa, balaslah kejahatan dengan yang lebih baik, jika ada yang diantaramu dengannya permusuhan maka jadilah seakan ia teman akrab bagimu” (QS AL Fusshilat 35)
dosa adalah kegelapan, pahala adalah keluhuran, tidak sama, Namun orang-orang yang baik diantara kalian kata Allah, orang yang beriman para penyeru di jalan Allah jangan balas kejahatan dengan kejahatan, Dan Orang-orang yang membuat permusuhan antara kau dengan mereka Seakan-akan dia itu adalah sahabat yang akrab bukan musuh.
Hadirin hadirat demikian indahnya para penyeru di jalan Allah, para ahlul Istiqamah, budi pekerti mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan kecuali untuk membela diri, dan mereka memperlakukan musuhnya seakan-akan teman akrabnya, demikian di jelaskan kepada para mufasirin
seakan-akan musuhnya itu dianggap teman akrabnya, diperlakukan seperti teman akrabnya, mampukah kau sampai ke hal ini, Semoga Allah menyampaikan kita kepada orang-orang yang mempunyai hakikat jelas dalam menyebut Nama Allah.
Sampailah kita kepada Sabda Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, disaat Rasul datang dalam keadaan gundah, diajak bicara tidak menjawab oleh Sayyidina Umar bin Khatab diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, hari pertama, hari kedua, hari ketiga maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“semalam telah terbit, bagiku turun ayat yang membuat aku sangat gembira, membuatku lebih gembira dari pada terbitnya matahari” 
Maksudnya apa? Para ulama diantaranya Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari dan lainnya mensyarahkan makna hadits ini, bahwa :
seakan-akan tiada ayat yang lebih membuat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam gembira dari ayat ini, sangat membuat Rasul gembira sehingga beliau berkata “aku lebih gembiradengan turunnya ayat ini dari terbitnya matahari” padahal terbitnya matahari itu maksudnya diumpamakan di dalam fathul baari sebagai terbitnya segala kebaikan, tapi Rasul lebih senang pada ayat ini lebih dari pada terbitnya matahari,
apa ayat itu :
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ، وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ، وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ، نَصْرًا عَزِيزًا
“Sungguh kami berikan bagimu kesuksesan, “Fatha” itu bisa jadi kemenangan, bisa jadi kebahagiaan, bisa jadi keberhasilan, tapi bisa kita ungkap dengan satu kalimat ringkas kesuksesan dalam perjuangan.
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا
“Kami berikan bagimu kesuksesan demi kesuksesan yang Agung”
maksudnya apa? Kesuksesan Rasul tidak untuk beliau sendiri, kalau kesuksesan yang bukan kesuksesan yang مُبِينًا yang agung yang mulia, Nabi terdahulu juga sukses dakwahnya banyak orang-orang yang dari ummatnya, ada yang luhur, ada yang mengikuti. Demikian para Nabi demikian Nabi terdahulu, namun Sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam setelah wafatnya sukses semakin luas, ummatnya semakin banyak bukan semakin habis, inilah kesuksesan فَتْحًا مُبِينًا karna diteruskan kesuksesan rahasia kesuksesan itu, rahasia kemenangan itu, rahasia keberhasilan itu, sukses dengan bekesinambungan, kepada para pejuang yang membela dan ingin menyebarkan tuntunan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, bagi mereka kesuksesan kata Allah, asal jalannya benar, kalau ada salah maka di patahkan oleh Allah subhanahu wata'ala, kalau jalannya benar maka dia diberi kemuliaan kepada Allah فَتْحًا مُبِينًا belahan dari kesuksesan yang Allah berikan kepada Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ
Al Imam ibn Katsir di dalam Tafsirnya menafsirkan makna ayat ini, banyak penafsirannya, diantaranya adalah juga Imam Qurtubi punya penafsiran, Imam Thobari punya penafsiran yang sedang saya nukil adalah penafsiran dari Imam Ibn Katsir juga penafsiran Imam Qadhi iyadh didalam kitabnya Asy Syifaa bahwa yang makna ini :
“Agar Allah ampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang” 
yang dimaksud bukan dosa-dosa Nabi yang terdahulu dan yang akan datang, kalau yang dimaksud adalah dosa-dosa Nabi, semua Nabi tidak berbuat dosa, dan untuk apa Allah sebutkan dalam ayat dosa yang lalu dan dosa yang akan datang, Nabi sudah Istighfar setiap hari 100 kali bertaubat kepada Allah, Jadi yang dimaksud yang lalu-lau adalah dosa ayah bunda beliau sampai Nabiallah Adam dan sayyidatuna Hawa As, mereka mendapat pengampunan dengan turunnya ayat ini, pupus semua seluruh dosa-dosa ayah bunda Nabi dan nenek moyangnya dan sampai Nabiallah Adam as dan juga dosa-dosamu yang akan datang, sebagian pendapat mengatakan pengampunan berlaku untuk seluruh keturunan Rasul hingga akhir zaman, pendapat lain mengatakan untuk para pencinta Rasul sampai akhir zaman, pendapat lain mengatakan untuk seluruh ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam di akhir zaman.
Pengampunan sudah di beri oleh Allah, sudah ada pengampunan, yang ada tinggal barangkali pembebasan dan pengikisan dosa dan pengangkatan drajat , bisa merupakan musibah di dunia, bisa berupa siksa kubur, bisa berupa siksa Neraka, tapi pengampunan sudah di jaminkan untuk oaran-orang muslimin Ummat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam selama ia wafat tidak didalam kekufuran, tidak menyekutukan Allah subhanahu wata'ala.
Maka Rasul sangat gembira, Pengampunan turun dari mulai Nabiallah Adam as sampai Ummatnya akhir zaman
لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ، مَا تَقَدَّمَ، مِنْ ذَنْبِكَ، وَمَا تَأَخَّرَ، وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ
Dan Allah sempurnakan kenikmatannya untukmu, apa kenikmatan yang Allah berikan untuk Sang Nabi, kenikmatan yang Allah berikan untuk Sang Nabi adalah kebahagiaan ummatnya, terangkatnya derajat ummatnya, di beri Cinta dan kasih sayang untuk ummatnya di dunia dan di akhirat, itulah sempurnanya kenikmatan Sang Nabi.
Nabi butuh kenikmatan apa? tiga hari tidak makanpun beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersyukur kepada Allah, lalu kenikmatan apa yang membuat Allah katakan :
وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ
“Ku beri kesempurnaan atas kenikmatan untukmu”
وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
“Memberimu petunjuk kepada jalan yang lurus”
untuk beliau dan pada para pecinta beliau selanjutnya, kenikmatan dengan berlimpah dan jalan kebenaran akan di tunjukan dan di tegakan.
وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ، نَصْرًا عَزِيزًا
Demikian Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu para Salafushaleh menjadikan ayat ini selalu di ulang-ulang dalam pembacaan rawi Maulidin Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karna ayat ini mengandung rahasia kegembiraan Sang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, paling gembira dengan turunnya ayat ini dari semua ayat yang lainnya, maka ayat ini di baca surat Al Fath ayat 1-3, kita kalau melihat didalam maulid itu ayat ini dibaca lalu ayat ke dua, ayat yang paling menggembirakan kita, dua ayat terakhir pada surat Attaubah, apa ?
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
lalu yang terakhir pada surat Al Ahzab:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Tiga ayat :
pertama ayat yang paling menggembirakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ayat yang membuka kemenangan, keberkahan, dan pengampunan bagi Ummat.
Yang kedua adalah dua ayat terakhir pada surat Attaubah, yaitu ayat yang paling mengembirakan kita Ummat beliau, dengan datangnya Nabi yang dikenalkan Allah sangat perduli dengan musibah dan kesusahan kita. Dan memberikan pengamanan dari Allah swt, bagi orang yang mendapatkan musuh-musuh yang tidak mau taat, yang tidak mau tunduk, yang menyakiti mereka,
Maka Allah subhanahu wata'ala yang akan melindunginya, lalu ayat selanjutnya adalah menuntun kita menuju kedekatan kita kepada Allah dan Rasul dengan bershalawat kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Tiga surat di padu, awal Surat Al Fath, akhir surat Barakah yaitu surat At taubah lantas yang ketiga adalah Surat Al Ahzab, dari tiga surat ini di padu sudah cukup tumpah ruah keluhuran untuk kita, belum lagi kalau di teruskan kesananya baru syair syairnya.
Terus Zaman sekarang di baca itu di protes, Masya Allah.
pertama kali yang protes itu setan sebenarnya memperbanyak membaca ayat ini di bilang Bid’ah, Subhanallah, Kita mau turun kepada kita keberkahan, pengampunan, kita baca kita mendapat keberkahannya, kita dapat pula kemuliaan lagi dengan ayat di tambah, لَقَدْ جَاءَ كُمْ رَ سُو لٌ dapat kemuliaan dengan ayat berita soal kedatangan Rasul saw, namun mereka sebagian tidak mau, dan di bilang bid’ah.
Hadirin Hadirat membaca Al Qur’an di bilang Bid’ah, maulidinabi di awali dengan Al qur’an, dan isinya penuh dengan sejarah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam.
Maulid Dhiya’ulami dari awal hingga akhirnya penuh dengan perhitungan-perhitungan yang jelas dari sejarah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Lihat yang pertama:
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد حَبِيبِكَ الشَّافِعِ الْمُشَفَّع
hitung berapa bait itu 12 Bait (tanggal 12 kelahiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam),
lalu selanjutnya apa?:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينَا
itu digabung dari tiga surat, Surat Al Fath, Surat At taubah, Surat Al Ahzab menandakan lahirnya Rasul bulan tiga yaitu Rabi’ul awal,
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
hitung baitnya berapa? jumlahnya sampai 63, tanda usia Rasul 63 tahun, itu semua penuh dengan rahasia kemuliaan sejarah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, berapa jumlah peperangan beliau saw, berapa banyak jumlah Ahlul Badr, dan demikian indahnya tuntunan dari guru Mulia kita Al Musnid Al Alamah Al Habib Umar bin Hafidz di dalam kitabnya Dhiya’ulami, yang merupakan salah satu maulid yang selalu kita baca setiap malam selasa ini.
Hadirin Hadirat yang dimulikana Allah,
Hujan rahasia keluhuran-keluhuran, yang merupakan penuntun kepada keindahan, kepada keindahan dan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi kita.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kepada kita untuk hidup yang sederhana, banyak yang menanyakan kepada saya Habib bagaimana kalau akad nikah dengan bermewah mewahan boleh atau tidak?
Hal itu hal yang tidah dilarang Hadirat dalam syari’ah, tetapi jika ingin Sunnah
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam Shahih Bukhari : “Nikahlah walau hanya dengan mahar dari cincin besi”
Cincin besi di jalan bisa di cari, dengan seperti itupun pernikahan sudah Sah, nikahlah jangan sampai tertahan pernikahanmu hanya karna harta, demikian himbauan Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karena kebahagiaan itu milik Allah.
Diriwayatkan didalam shahih Bukhari, Seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “wahai Rasulullah aku hadiahkan diriku untukmu”, maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam diam, datang seorang sahabat, “ya Rasulullah, nikahkan aku dengannya” Rasulullah diam, “kau punya apa? Kau punya harta ?” tidak ya Rasulullah, tidak punya harta, “walau cincin dari besi..??” tidak punya ya Rasul, “punya baju?” punya Cuma ini yang kupakai, kalau kujadikan mahar maka aku tidak pakai baju, maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam diam, dilihat pada wanita itu “kau mau menikah dengannya?” wanita itu berkata, “aku sudah hadiahkan diriku padamu ya Rasulullah, terserah engkau mau taruh aku di laut boleh, mau melemparkan aku kemana, aku taat. Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata melihat ke pria ini “kau mempunya hafalan alqur’an?” punya ya Rasulullah, “kunikahkan engkau dengan wanita ini dengan mahar kau harus ajari dia Al Qur’an, hafalannya beberapa ayat” 
menikahlah mereka, Allah melimpahkan keberkahan bagi pernikahan itu hingga di kemudian hari mereka di limpahi harta, kekayaan dan keturunan salihin dan salehat, dari situ para ulama mengambil qiyas, daripada Sabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam,
Semulia-mulia dan seberkah-berkahnya mahar akad nikah adalah yang paling kecil jumlahnya, berbeda dengan hadiahan, hadiahan mau di hadiahi rumah, mobil, terserah, boleh boleh saja, tapi ini bicara jumlah mahar, kalau mahar semakin rendah jumlahnya, semakin berkah.
Namun para ulama kita, di Hadramaut para salafushaleh tentunya guru-guru kita, sudah memberikan satu kadar Tawasuth (tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi) yaitu 5 ogi perak, dengan timbangan resmi wilayah Tarim, itu kalau di rupiahkan kira-kira 50 ribu. Sebagian besar di Negara kita, sebagian besar yang menikahkan mereka rata-rata maharnya 50 ribu, itu adalah yang diambil keputusan oleh para ulama kita. (namun bukan mesti sedemikian itu jumlahnya)
Hadirin hadirat,
Semakin sulit keadaan kita semakin mudah islam menuntun kita, semakin kita berada di dalam kesusahan semakin islam mempermudah keadaan kita, itu didalam masalah Nikah, dan lagi masalah lain orang yang sedang sakit dan orang yang sedang tidak menemukan air, Tanya kepada Rasul “ya Rasulullah kami Qodho shalatnya atau gimana?” Rasul berkata “Tetap Shalat” Tidak ketemu air atau sakit tidak bisa disentuh air, cukup engkau seperti ini lalu dia mengumpulkan kedua telapak tangannya kebumi, mengusapkannya ke wajah, lalu mengumpulakannya lagi mengusapkan ketangan kanan dan tangan kirinya, selesai.
Anggota Tayamum itu ada berapa ? dua, Wajah dan tangan sampai siku, jangan salah.
jadi anggota wudhu tentunya bukan hanya wajah dan tangan tapi kalau tayamum, jangan kaki di Tayamumin juga tidak ada rukunnya, rukunnya hanya dua saja, yaitu wajah dan kedua telapak tangan. kapan niatnya? saat mengusapkan tanah kewajah kita,
kenapa ? Allah tidak mengajari kemudahan, Rasul juga tidak mau kita berlumur tanah, maka setelah di kumpulkan ketanah maka tangan itu sunnah untuk diadukan satu sama supaya butiran-butiran besarnya jatuh, tinggal debu-debu kecilnya saja, itu yang di usapkan ke wajah sambil niat tayamum, sunnah menghadap kiblat, dan jangan Tayamum didalam Masjid, tidak sah tembok dalam masjid karna tanah wakaf, tanah wakaf tidak boleh untuk di pakai tayamum.
Demikian Hadirin hadirat, Kita lihat betapa Sulitnya keadaan kita, semakin Mudah Syariat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seraya bersabda : Demikian Riwayat Shahih Bukhari, “Berilah kabar gembira, dan permudahlah orang-orang janganlah dipersulit didalam syari’ah ini, maka jangan kalian buat mereka makin menjauh, dekatkanlah dekatkanlah”
Hadrin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian Indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kedatangan kita ketempat ini, sudah berbuat Insya Allah kaki kita di haramkan dari api Neraka,
Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Allah berfirman :Allah telah haramkan kedua kaki yg berdebu untuk dibakar api Neraka jika melangka dijalan Allah subhanahu wata'ala.
Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari mensyarahkan hadits ini, yang dimaksud Fisabilillah itu bukan hanya di jalan peperangan, karna Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda itu adalah saat beliau keluar menuju Shalat Jum’ah, maka menunjukan semua jalan menuju tempat ibadah, apakah Masjid, Majelis Ta’lim, Majelis Dzikir, masuk kedalam Hadits itu.
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga Allah subhanahu wata'ala mengharamkan api Neraka untuk kita, seraya berfirman dalam akhir surat Alfajr :
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي
“Wahai yang mempunya jiwa yang tenang, kembalilah kepada Pemilikmu dengan ridho dan diridhoi, maka masuklah dalam kelompok para pengabdi Ku, dan masuklah sorga Ku"
Siapa jiwa yang tenang? Jiwa yang sering berdzikir kepada Allah, Menunjukan jiwa yang tenang itu adalah jiwa yang banyak berdzikir kepada Allah, Kembalilah, kembalilah kepada Allah dan tinggalkanlah kehinaan menuju keluhuran dalam keadaan Rido dan kau akan di redoi oleh Allah,jangan mau mengabdi kepada Tuhan selainKu, masuk kedalam kelompok orang yang beribadah kepadaKu, dan masuklah kedalam Surgaku, orang-orang yang berjuang untuk mencapai itu, maka sebelum ia wafat ia sudah mendapatkan kabar itu.
Diriwayatkan bahwa Sayyidina Abdullah bin Abbas Ra, ketika ia wafat terdengar suara dari dalam kuburnya, suara ayat itu tanpa wujud, Para Mufassirin (Ahli Tafsir) menjelaskan ayat ini, turun kepada para salihin untuk memberi kabar kepada mereka, hajad-hajad mereka,
Hadirin Hadirat yang dimuliakan Allah,
semoga tidak satupun dari kita ketika wafat kecuali sebelumnya kita dengar ayat ini,
Semua kita yang hadir, semoga nanti waktunya kalau akan wafat, sudah mendengar seruan ini lebih dahulu sebelum ia menghembuskan nafas yang terakhir, Amin Amin ya Rabbal’alamin, maka ia akan disambut oleh Allah dengan hangat dan Indah.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Penyampaian saya yang terakhir adalah, Allah subhanahu wata'ala memberikan anugrah kepada kita guru, guru adalah panutan yang layak kita panut dan kita muliakan, guru adalah ayah Ruh, sedangkan ayah kita adalah ayah Jasad, guru adalah pewaris para Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, selama guru itu berjalan di jalan yang benar dan dia memanut gurunya, jadi banyak pertanyaan kepada saya tentang bagaimana caranya menjadi guru yang baik.
Hadirn hadirat, guru yang baik itu adalah guru yang berusaha mengamalkan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan banyak para murid yang tidak mengerti, perbuatan gurunya itu sebenarnya perbuatan sunnah Rasul yang tidak di ketahui karna ia tidak tau, maka itu dia bertanya pada gurunya “guru setau saya di hadits begini, kenapa guru begini?” oh begini ada Hadits lain, ini kenapa saya memilih ini” hal seperti itu penting, dan ikuti guru yang mengikuti gurunya, kalau sudah guru tidak mengikuti gurunya, maka hati-hati guru ini dapat guru dari mana? sedangkan gurunya dapat dari yang lain, siapa guru yang lain.
Hadirin hadirat yang dimulikan Allah,
Jangan-jangan gurunya Syaitan, diliat gurunya mengikuti gurunya, berarti dia bisa belajar kepada guru dari gurunya, gurunya siapalagi diatasnya lagi, oh Imam anu, Syekh anu, dari anu, besar sanat gurumu 3 saja cukup apalagi Sanatnya sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. sekarang banyak guru yang mengaku “saya bersambung kepada Rasulullah, tapi mengikuti gurunya tidak? Kalau dia tidak mengikuti gurunya maka tentunya kita juga berfikir, walaupun kau punya seribu sanat, kalau tidak mengikuti gurunya berarti siapa, sanatnya kemana.
Hadirin hadirat yang dimulikan Allah,
Hati-hati mengikuti guru, kalian itu kalau berguru itu seakan-akan sedang makanan untuk ruh kalian itu, kitakan kalau makan kita lihat apa yang kita makan, apakan makanan itu halal atau haram, apakah yang kita makanan ini racun apakan makanan yang bermanfaat, kalau jasad saja begitu, lebih-lebih ruh, di dalam mencari guru yang benar, guru yang baik mengikuti ahlusunah waljamaah, yang memang tidak berbeda dengan guru yang lain sama tuntunannya, baik orangnya yang mengamalkan amalan-amalan sunnah, dan walaupun tidak sempurna, tiada manusia yang sempurna, dia mengikuti gurunya, mencintai gurunya, di cintai gurunya, demikian gurunya juga orang mulia, gurunya lagi juga berguru pada gurunya.
Demikian Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita Insya Allah sanat kita bersambung kepada Guru Mulia al Musnid Al alamah Al Habib Umar bin Hafidz, beliau ini tentunya sama sanatnya denagn para imam-imam besar, di Jakarta maupun di seluruh Indonesia, dari para Habaib, dan para Ulama, dan Para Khiyai, sanatnya bersambung kepada Syekh Tabbani, Al Habib Ali bin Muhammad Abdurrahman Al Habsyi kwitang, kepada Habib Salim bin Jindan, kepada Habib syekh Ali allatos, kepada Habib Umar bin Hud, Habib Salim alathos, pada Salafushalihin, banyak para-para ulama dan khiyai, yang sanatnya satu persatu bersambung dan bersambung kembali kepada satu sanat hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat, mengikuti gurunya itu sangat mulia, maka kita makmurkan acara kita, walau Cuma kebagian 1 acara saja yaitu 17 Juni, kita berbakti kepada Guru kita, guru mulia kita untuk meramaikannya, dengan mengajak teman-teman kalian, ikut kebetulan bisanya cuma ikut pada guru mulia dalam 1 acara, ingat Nabiallah Musa As, yang Allah subhanahu wata'ala beri teguran, Nabi Musa berkata “adakah yang lebih alim dari engkau?” tidak ada “aku orang yang paling alima” Maka Allah menurunkan Jibril “ada orang yang lebih alim dari engkau wahai Musa” siapa tunjukan “ Khidir As” “dimana bisa kutemukan?” di pecahan antara dua laut, Maka Nabi Musa pun mencarinya, di dalam surat Al Kahfi, jumpa dengan Nabiallah Khidir, bagaimana adab seorang Rasul, Nabi Musa lebih tinggi derajatnya dari Nabi Khidir dihadapan Allah, karna Nabi Musa adalah Rasul, Nabi Khidir adalah Nabi, Nabi Musa lebih tinggi derajatnya namun karna ingin belajar ia berkata,
“bolehkah aku ikut engkau untuk mendapatkan ilmu yang telah Allah berikan padamu”,
ini ucapan seorang Rasulullah As, Nabi Khidir yang padahal derajatnya di bawahnya, di dalam kedekatan kepada Allah, namun Nabi Khidir mempunya ilmu-ilmu yang tidak di ketahui Nabi Musa, Nabi Musa ingin belajar
“bolehkah aku ikut denganmu tuk belajar ilmu-ilmu yang Allah berikan kepadamu”,
Maka Nabi Khidir as berkata : kau tidak akan bisa sampai ikut aku, kenapa karna beda jalannya, Nabiallah Khidir di jalan Makrifah, Nabiallah Musa dengan jalan syari’ah sebagai Rasul As, Namun kita lihat adab seorang Rasul, bahkan seorang Nabi ingin belajar kepada yang dibawah derajatnya.
Demikian pula adab Al Imam Fakhrul wujud Abu Bakar Bin Salim alaihi rahmatullah, ketika dikatakan oleh gurunya bahwa “siapa itu Fakhrul wujud?, fakhrul wujud Abu bakar bin salim tidak menyamai seujung kukuku ini..!!, seperti ujung kukuku..!!” ini kata gurunya, maka sampai kabar kepada al Imam Fakhrul wujud Abu Bakar bin Salim, Abu Bakar bin Salim sujud sukur, lalau dia berkata, ditanya oleh murid muridnya : “koq sujud syukur Kau di hina oleh gurumu?, dikatakan kau seujung kukunya” dia berkata “aku bersyukur pada Allah sujud, aku sudah seujung kuku guruku, itu kemuliaan besar bagiku” demikian adab dari Imam Fakhrul Wujud Abu Bakar Bin Salim alaihi Rahmatullah kepada gurunya, sehingga dia memuliakan oleh Allah subhanahu wata'ala, melebihi gurunya hingga Allah memuliakan dia hingga dia melebihi gurunya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian indahnya, Juga Imam Ahmad bin Hambal alaihi Rahmatullah berkata 30 tahun aku mendo’a guruku itu, yaitu Al Imam Syafi’i, tiap malam selama 30 tahun mendoakan guruku, sehingga ia akhirnya sampai kepada kelompok Huffadhudduniya (orang-orang yang paling banyak hafalan haditsnya), di seluruh dunia ini diantaranya Imam Ahmad bin Hambal alaihi Rahmatullah, hadirin hadirat banyak contoh akan hal ini, banyak kemuliaan akan hal ini.
Kita semua masing-masing mempunya guru, masing-masing memilih guru, di wilayah-wilayah kalian, namun hati-hati memilih guru, siapa gurunya apakah ia mengikuti gurunya, apakah gurunya Cuma Google atau yahoo.com hati-hati pada guru-guru yang seperti itu, akhirnya semuanya Bid’ah, semuanya syirik dan lain sebagainya, padahal Cuma nukil-nukil saja di internet, guru yang seperti itu tidak usah dijadikan guru, dijadikan teman saja, boleh nasehati dengan baik.
Demikian Hadirin hadirat yang dimulikan Allah,
Kita Mohon Rahmatnya Allah subhanahu wata'ala dengan keberkahan, agar Allah subhanahu wata'ala melimpahkan Rahmatnya kepada kita, Wahai Rabbiy kalau seandainya kami terlalu banyak berbuat dosa dan tidak pantas mendapatkan kasih sayang Mu, maka sungguh itu dari segi kami, namun dari segi Engkau, Engkau telah berfirman :
“Rahmat Ku sampai kepada segala sesuatu” 
Kami adalah bagian dari sesuatu, maka kami telah Kau janjikan mendapatkan Rahmat Mu,


Keagungan Akhlak Rasulullah s.a.w.  

Posted by lakaransakinah in

 image.jpg
Saudaraku, islam sampai kepada kita saat ini tidak lain berkat jasa Baginda Rasulullah Muhammad SAW sebagai sosok penyampai risalah Allah SWT yang benar dan di ridhoi. Dan nanti di padang mahsyar, tiap umat islam pasti akan meminta syafa’at dari beliau SAW dan menginginkan berada di barisan beliau SAW. Namun, pengakuan tidaklah cukup sekedar pengakuan. Pasti yang mengaku umat beliau SAW akan berusaha mengikuti jejak beliau dengan jalan mengikuti sunnah-sunnah beliau dan senantiasa membasahi bibir ini dengan mendo’akan beliau dengan cara memperbanyak bersholawat kepada beliau SAW.

Sejarah tak akan mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah tercinta, Sayyidina Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa sallam hingga salah seorang istri beliau, Sayyidatina A’isyah Rodhiyallahuanha mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah “Al-Qur’an”. Tidak satu perkataan Rasulullah merupakan implementasi dari hawa nafsu beliau, melainkan adalah berasal dari wahyu ilahi. Begitu halus dan lembutnya perilaku keseharian beliau. Rasulullah SAW adalah sosok yang mandiri dengan sifat tawadhu’ yang tiada tandingnya.
Beliau pernah menjahit sendiri pakaiannya yang koyak tanpa harus menyuruh istrinya. Dalam berkeluarga, beliau adalah sosok yang ringan tangan dan tidak segan-segan untuk membantu pekerjaan istrinya di dapur. Selain itu dikisahkan bahwa beliau tiada merasa canggung makan disamping seorang tua yang penuh kudis, kotor lagi miskin. Beliau adalah sosok yang paling sabar dimana ketika itu pernah kain beliau ditarik oleh seorang badui hingga membekas merah dilehernya, namun beliau hanya diam dan tidak marah.
Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa ketika beliau mengimami sholat berjamaah, para sahabat mendapati seolah-olah setiap beliau berpindah rukun terasa susah sekali dan terdengar bunyi yang aneh. Seusai sholat, salah seorang sahabat, Sayyidina Umar bin Khatthab bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah? “Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar.” Jawab Rasulullah. “Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuh baginda saling bergesekkan? Kami yakin baginda sedang sakit”. Desak Sayyidina Umar penuh cemas.
Akhirnya, Rasulullahpun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika mendapati perut Rasulullah SAW yang kempis tengah di lilit oleh sehelai kain yang berisi batu kerikil sebagai penahan rasa lapar. Ternyata, batu-batu kerikil itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah SAW bergerak. Para sahabatpun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?”. Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.
Teramat agung pribadi Rasulullah SAW sehingga para sahabat yang ditanya oleh seorang badui tentang akhlak beliau SAW hanya mampu menangis karena tak sanggup untuk menggambarkan betapa mulia akhlak beliau SAW. Beliau diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia dan sebagai suri tauladan yang baik sepanjang zaman.
Saudaraku, sungguh kehadiran Rasulullah SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia lewat segala hal yang beliau contohkan kepada umat manusia. Beliau tidak pernah pandang bulu dalam hal menghargai manusia, penuh kasih sayang, tidak pernah mendendam, malahan beliau pernah menangis ketika mengetahui bahwa balasan kekafiran adalah neraka yang menyala-nyala hingga menginginkan umat manusia untuk meng-esakan Allah SWT.
Cukup kiranya beliau yang jadi suri tauladan kita, umat islam khususnya yang hari ini sebagian sudah sangat jauh dari akhlak Rasulullah, baik dalam tindakan maupun perkataan yang menyejukkan. apa yang dikatakan oleh seorang sastrawan Pakistan, Muhammad Iqbal dalam salah satu karyanya dapat kita jadikan renungan bersama dimana beliau berkata: “Barangsiapa yang mengaku umat Nabi Muhammad, hendaklah berakhlak seperti beliau (Nabi Muhammad)”.
Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa “Belum beriman seseorang sehingga aku (Rasulullah Muhammad SAW) lebih dicintainya daripada ayahnya, anak-anaknya dan seluruh manusia”(HR. Bukhari). Kita tidak tahu apakah nanti akan di akui Rasulullah sebagai umatnya atau tidak kelak di yaumil kiamah. Namun satu yang pasti bahwa semua ingin berada di barisan beliau. maka, marilah kita sama-sama berusaha untuk mengikuti akhlak beliau SAW semampu diri kita, sebagai suri tauladan kita yang utama, memperbanyak ucapan sholawat untuknya, membela sunnahnya, bukan malah membelakanginya (mari berlindung dari hal demikian), sebagai bagian dari rasa cinta kita terhadapnya.
Saudaraku, mari kita sampaikan salam dan sholawat kepada beliau SAW, yang dengannya kita akan beroleh cinta dan Syafa’atnya kelak di yaumil mahsyar. insya Allah…Amiin.
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’iin

Wajib Beriman Dan Menghormati Para Nabi  

Posted by lakaransakinah

Beriman dengan semua Rasul adalah menjadi kewajipan seluruh manusia.Seandainya seorang Rasul sahaja di dustai,maka sesungguhnya mereka mendustai keseluruhan para Rasul.Ini kerana setiap Rasul menyampaikan ajaran Ilahi yang sama iaitu mengajak manusia kepada Ubudiah lillah Subhanallahu Wa Ta'ala (mengabdikan diri pada Allah).Oleh yang demikian,beriman dan percayakan sebahagian Rasul sahaja adalah dianggap kafir.Allah s.w.t. telah menyatakan perihal ini dalam ayat:

Maksudnya:Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasulnya, dan (orang-orang yang) hendak membezakan iman mereka diantara Allah dan Rasul-Rasulnya, dan (orang-orang yang) berkata: ''Kami beriman kepada setengah Rasul-rasul itu dan kufur ingkar kepada setengahnya yang lain'' serta bertujuan henddak mengambil jalan lain antara oman dan kufur itu.Mereka itulah orang-orang yang kafir dengan sebenar-benarnya.Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir itu azab siksa yang menghina. (An Nisa 150-151)


Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

Maksudnya: Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman):Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami (al-quran), dan kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dan Nabi Ishaq Dan Nabi Ya'akob dan anak-anaknya, dan juga kepada apa yang diberikan kepada Nabi Musa (Taurat) dan Nabi Isa (Injil), dan apa  yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhan mereka:kami tidak membeza-bezakan antara seorang dari mereka (sebagaimana yang kamu -Yahudi dan Nasrani-membezakan-bezakannya):Dan kami semua adalah Islam (berserah diri, tunduk taat) kepada Allah semata-mata. (Al Baqarah 136)


Sesungguhnya Allah telah mencela golongan Ahli kitab yang hanya beriman dengan sesetengah Rasul sahaja dan kufur kepada sebahagian yang lain.Golongan Yahudi sememangnya tidak beriman kepada Nabi Isa a.s. begitu juga dengan Nabi Muhammad s.a.w. Sementara golongan Nasrani pula mereka tidak bermian kepada Nabi Muhammad s.a.w. Firman Allah s.w.t.:

Maksudnya: Dan apabila dikatakan kepada mereka:''Berimanlah kamu kepada apa yang telah diturunkan Allah (kepada Nabi Muhammad),''mereka menjawab: Kami hanya berima kepada apa yang telah diturunkan kepada kami (taurat). Dan mereka ingkar (kitab) yang lain diturunkan kemudian daripadanya,padahal Al-Quran yang ada pada mereka.Katakanlah (wahai muhammad):''Jika demikian mengapa kamu membunuh Nabi-nabi Allah pada masa yang lalu kalau kamu benar-benar orang-orang yang beriman? (Al-Baqarah 91)